Sabtu, 25 Oktober 2014

Tontowi-Liliyana legowo di tempat kedua

| 6.129 Views
id indonesia terbuka 2012, indonesia open 2012, tontowi ahmad, liliyana natsir, super series premier
Tontowi-Liliyana legowo di tempat kedua
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Ahmad Tantowi dan Liliyana Natsir.(ANTARA/Prasetyo Utomo)
Indonesia mempunyai pertahanan yang bagus. Namun kali ini, Natsir lemah di belakang, sementara Tontowi lemah di depan
Jakarta (ANTARA News) - Tumpuan Indonesia di sektor ganda campuran Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir tetap berbesar hati walaupun gagal meraih gelar juara turnamen Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2012 setelah kalah dari pasangan Thailand Sudket Prapakamol-Saralee Thoungthongkam pada laga final di Jakarta, Minggu malam.

Unggulan ketiga tersebut menyerah kepada ganda Thailand di final dalam pertarungan tiga game 17-21, 21-17, 13-21 yang berlangsung selama satu jam 13 menit di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Mereka sedang dalam kondisi puncak setelah kemarin mengalahkan Zhang Nan-Zhao Yunlei. Kami akui, Thailand bermain lebih bagus dari kami hari ini," kata Liliyana Natsir setelah pertandingan usai.

Setelah gagal mengamankan game pertama, Tontowi-Liliyana berusaha bangkit dan menguasai game kedua dengan skor 21-17.

Sementara di game ketiga, pertahanan Tontowi-Liliyana mulai mengendur hingga akhirnya pasangan Thailand menggempur pasangan Indonesia dan unggul di game ketiga 21-13.

"Pertahanan kami menurun karena kami terbawa pola permainan Thailand," kata Liliyana.

Pasangan Liliyana, Tontowi juga mengatakan bahwa mereka sempat lengah karena mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.

"Kami cukup puas bisa masuk ke final. Mudah-mudahan kami bisa memberikan yang terbaik di Olimpiade mendatang," kata Liliyana.

Sementara itu, pelatih Thailand Luang Phethcharaporn mengakui anak asuhnya merubah pola permainan untuk membendung permainan cepat Tontowi-Liliyana.

"Hari ini kami mengubah pola permainan dengan menambah serangan. Indonesia mempunyai pukulan cepat. Kami berusaha untuk menghentikannya," kata Phethcharaporn.

"Indonesia mempunyai pertahanan yang bagus. Namun kali ini, Natsir lemah di belakang, sementara Tontowi lemah di depan," kata dia.

Pasangan Thailand mengakui bahwa pertandingan di final itu menjadi laga paling berat di turnamen dengan hadiah total 650.000 dolar AS tersebut.

"Pasangan Indonesia lebih hebat dari pada pasangan China Zhang Nan (dan Zhao Yunlei)," kata Prapakomol.

"Indonesia mempunyai teknik yang lebih bagus, sedangkan China adalah pasangan yang kuat dan cepat, namun tekniknya kurang jika dibanding Indonesia," kata pelatih Thailand.

Dengan kalahnya Tontowi-Liliyana Indonesia Open Super Series 2012, maka kelima gelar yang diperebutkan diperoleh oleh lima negara yang berbeda.

Gelar tunggal putra diperoleh pebulu tangkis Indonesia Simon Santoso yang mengalahkan pemain China Du Pengyu 21-18, 13-21, 21-11, sementara gelar tunggal putri diperoleh Saina Nehwal dari India yang menundukkan pemain China Li Xuerui 13-21, 22-20, 21-19.

Sementara gelar ganda putra dimenangi pasangan Korea Selatan Jung Jae Sung-Lee Yong Dae yang unggul atas pasangan Denmark Mathias Boe-Carsten Mogensen 23-21, 19-21, 21-11 sedangkan juara ganda putri diperoleh pasangan China Wang Xiaoli-Yu Yang yang menang atas rekan senegara mereka Tian Qing-Zhao Yunlei 17-21, 21-9, 21-16.

(A059)

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga