Sabtu, 20 September 2014

Pemuda Indonesia ikuti KPB Rio+20

Minggu, 17 Juni 2012 23:12 WIB | 5.124 Views
Pemuda Indonesia ikuti KPB Rio+20
Ahmad Doli Kurnia. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Vice President Organisasi Pemuda Dunia (WaY) yang juga President of International Youth Movement for Climate Change (IYMCC) Ahmad Doli Kurnia, bertolak menuju Rio De Jeneiro, Brasil, Minggu dini hari, untuk mengikuti Konferensi Pembangunan Berkelanjutan (KPB) Rio+20.

Doli yang sejak menjabat Ketua Umum DPP KNPI priode (2008--2011) nampak aktif dan konsern terhadap isu-isu lingkungan hidup akan membawa tiga misi penting di KPB Rio+20 (United Nation Sustainable Development Conference).

"Saya hadir atas nama WaY dan IYMCC membawa tiga misi penting bagi dunia dan khususnya pemuda," kata Doli, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Doli menjelaskan tiga misi itu adalah; pertama, memperkuat kelembagaan WaY dan IYMCC di forum international, juga di mata para pemimpin dunia yang hadir. United Nation Sustainable Development Conference adalah forum yang sangat strategis bagi nasib masa depan dunia.

Oleh karena itu, keterlibatan peran pemuda menjadi sangatlah penting. Perkembangan 20 tahun dari Rio (1992) ke Rio (2012) telah menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk menyelamatkan bumi, kata Doli.

Lebih lanjut, Doli mengatakan misi kedua adalah WaY dan IYMCC akan menyampaikan konsern dan kekhawatiran pemuda akan terjadinya tiga krisis di dunia, yaitu krisis energi, krisis pangan, dan krisis air.

"Dunia akan mengalami krisis mendasar bagi kelangsungan hidup umat manusia, apabila kita manusia tidak mau dan tidak mampu mengantisipasi penurunan kuantitas dan kualitas sumber daya alam, khususnya energi, pangan, dan air," jelas Doli.

Misi ketiga, lanjut Doli, IYMCC akan mengajak seluruh pemuda dunia untuk fokus pada tiga gerakan dalam waktu dekat. Tiga gerakan itu yaitu; pertama gerakan mengatasi sampah melalui Gerakan Bank Sampah Pemuda.

"Konsep Bank Sampah ini lahir dr seseorang Dosen di Yogyakarta. Gagasan ini sangat brilian dan perlu disebar luaskan ke seluruh dunia. Konsep ini memenuhi tiga prinsip dalam pembangunan berkelanjutan, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup," kata Doli.

IYMCC sendiri, menurutnya sudah membangun beberapa Bank Sampah Pemuda, yang dilakukan oleh IYMCC Chapter Indonesia, difokuskan utk wilayah DKI Jakarta periode 2012--2013 yang didukung oleh Kementerian LH dan Kemdikbud.

Gerakan kedua adalah pengoptimalan lahan gambut menjadi sumber daya energi baru. Dengan luasnya lahan gambut, sebesar 8 juta hektar di Indonesia, maka IYMCC bekerjasama dengan pemerintah Brasil akan mengembangkan teknologi pemanfaatan tanaman yang bisa tumbuh di lahan gambut, seperti sagu dan tebu, dikonversi menjadi bio-ethanol.

Pengembangan pemanfaatan sumber energi baru bio-ethanol ini diharapkan akan menjawab persoalan energi terbaharukan di Indonesia menggantikan energi fosil yang selama ini menjadi sumber krisis ekonomi dan politik di Indonesia (subsidi BBM).

"Apabila di Indonesia berhasil, mudah-mudahan ini bisa menjadi model juga di negara belahan dunia lainnya," kata Doli.

Gerakan ketiga adalah Gerakan menanam 1 miliar terumbu karang. Gerakan ini penting dilakukan dalam rangka menjaga biota dan keseimbangan ekosistem laut. Selain itu juga dapat menjaga kualitas udara bersih dunia, karena terumbu karang adalah produsen O2 yang cukup baik. Gerakan ini adalah gagasan dari Kantor Menkokesra RI yang didukung penuh oleh IYMCC Chapter Indonesia.

"Insya Allah gerakan ini juga akan kita angkat menjadi gerakan internasional," kata Doli.

Doli selama di Brasil, juga untuk membentuk dan melantik IYMCC Chapter Brasil. Brasil juga mendapat tempat sebagai salah seorang Vice President of IYMCC untuk mengkoordinasikan wilayah Amerika, bersama Austria (Eropa), Kenya (Afrika), Korea (Asia), Fiji (Austronesia). (*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga