Kamis, 18 September 2014

Keraton Solo lakukan kirab pascarekonsiliasi

Senin, 18 Juni 2012 03:21 WIB | 4.209 Views
Keraton Solo lakukan kirab pascarekonsiliasi
Kirab Ageng Jumenengan Sejumlah keluarga, kerabat serta ratusan abdi dalem Keraton Surakarta mengikuti prosesi "Kirab Agung Sewindu Tinggalan Dalem Jumenengan SISKS Pakubuwono XIII" di Solo, Jateng, Minggu (17/6). (FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Solo (ANTARA News) - Penguasa Keraton Surakarta Pakoe Boewono XIII beserta Mahapatih KGPH Panembahan Agung Tedjowulan pascarekonsiliasi melakukan kirab mengelilingi jalur spiritual Keraton Kasunanan di Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Masyarakat setempat di sepanjang jalan rute kirab tampak mengelu-elukan Sinuhun Pakoe Boewono XIII Hangabehi dan Mahapatih Panembahan Agung Tedjowulan.

Pada acara kirab Sinuhun PB XIII Hangabehi didampingi permaisuri Kanjeng Ratu PB XIII serta putra mahkota GPH Purboyo menaiki kereta pusaka Kyai Garuda Putra dengan empat ekor kudanya, sedangkan Panembahan Agung Tedjowulan menunggang kuda mengikuti di belakangnya.

Dua penguasa Keraton Kasunanan Surakarta tersebut dalam kirabnya mengenakan busana kebesaran masing-masing. Mereka kirab dengan mendapat pengawalan sejumlah prajurit tradisional keraton.

Sinuhun PB XIII Hangabehi dari dalam kereta pusaka Garuda Putra, membalas sapaan rakyat dengan melambaikan tangan. Begitu pula, Panembahan Agung Tedjowulan membalas sambutan dari masyarakat Solo dengan senyuman.

Menurut Juru Bicara Keraton Kasunanan Surakarta KPH Bambang Pradotonagoro, acara kirab tersebut sebagai sosialisasi rekonsiliasi di Keraton Surakarta yang sudah selama delapan tahun menjadi polemik.

Perjalanan kirab rekonsiliasi tersebut mengikuti rute spiritual seperti halnya ritual kirab pusaka pada malam 1 Sura.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Surakarta Widdi Srihanto selaku penanggung jawab kirab menjelaskan bahwa start kirab dari Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta-Tugu Pamandengan-Pasar Gedhe-Kreteg Gantung-Jalan Kapten Mulyadi-Jalan Veteran-Jalan Honggowongso-Jalan Slamet Riyadi, kembali masuk keraton melalui Alun-Alun Utara.

Menurut dia, kirab tersebut sebagai ucapan syukur rakyat Solo atas rekonsiliasi kepemimpinan di keraton tersebut.

Kirab selain melibatkan kalangan "sentana" atau prajurit dan abdi dalem keraton, juga sebagian warga Solo yang seluruhnya mengenakan busana tradisional. Mereka merupakan kelompok kesenian rakyat yang ikut memeriahkan kirab rekonsiliasi keraton.

Menurut Widdi Srihanto, sejumlah kelompok kesenian tradisional yang ikut kirab sebagai simbol keterlibatan rakyat dalam perannya melestarikan budaya.

"Saya memang sempat meragukan pelaksanaan prosesi kirab rekonsiliasi Keraton Surakarta ini. Namun, kirab berjalan lancar sesuai rencana semula," katanya.
(B018/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga