Senin, 22 September 2014

KRI Dewaruci juara umum American Tall Ship Race 2012!

Senin, 18 Juni 2012 13:13 WIB | 10.010 Views
KRI Dewaruci juara umum American Tall Ship Race 2012!
Layar-layar terkembang sempurna dari tiang dan peruan-peruan KRI Dewaruci dengan kibaran bendara Merah-Putih berukuran raksasa. Satu-satunya kapal kelas barkentin di gelanggang kapal layar dunia itu kini dalam misi pelayaran keliling dunia. Menurut program pengembangan TNI AL, KRI Dewaruci akan purna tugas sebentar lagi dan akan digantikan kapal layar baru sama sekali berukuran lebih besar pada tahun mendatang. (istimewa)

Jakarta  (ANTARA News) - Duta bangsa, KRI Dewaruci, menggenapi pengabdian panjangnya kali ini dengan meraih predikat paling bergengsi pada 2012: juara umum American Tall Ship Race 2012, di Amerika Serikat.


Sejak Januari lalu hingga saat ini, KRI Dewaruci dengan komandan Letnan Kolonel Pelaut Haris Bima, menjelajahi Samudera Pasifik, Terusan Panama, dan Teluk Meksiko, sebagai bagian dari pelayaran muhibah keliling dunia 2012.


Beragam gelaran dia jalani, di antaranya kompetisi balap kapal layar tiang tinggi yang diikuti 16 kapal layar tiang tinggi --kapal perang ataupun kapal sipil-- dari banyak negara. KRI Dewaruci menjadi satu wakil Asia-Afrika yang menjadi ikon lomba itu.


Adalah Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksamana Madya TNI Marsetio, dari Baltimore, Amerika Serikat, Senin, yang mengabarkan kemenangan KRI Dewaruci dengan seluruh awak dan 80 kadet di dalam lambung kapal layar tiang tinggi lansiran Jerman, pada 1953 itu.


Kemarin (17/6), KRI Dewaruci tiba di dermaga pelabuhan Baltimore, di pantai timur Amerika Serikat. Rute yang dimenangi KRI Dewaruci adalah Kota Savannah-New York, dalam satu lomba yang menjadi salah satu gelaran pokok di dunia kapal layar tiang tinggi.


Di seluruh dunia, tidak ada kapal layar tiang tinggi sekelas KRI Dewaruci. Dia masuk kelas barkentin dan satu-satunya dari tiga kapal layar dengan cetak biru sama, yang pernah dibuat galangan kapal Stulcken and Sohns, Hamburg, Jerman Barat (saat itu), pada 1953. Dua kapal lain (sister ships) buatan galangan kapal itu, dimiliki Yugoslavia dan Italia, yang telah karam dan tidak aktif lagi.


Dalam misi pelayaran keliling dunia kali ini, KRI Dewaruci berjarak tempuh sekitar 27.000 mil laut (43.452 kilometer) ke empat benua, yaitu Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Pelayaran dimulai ke arah timur pada pertengahan Januari lalu dan kembali ke Tanah Air melalui Sabang, di Pulau We, Aceh, pada pertengahan Oktober nanti.


Misi berlayar mengarungi lima benua dan tujuh samudera pernah dilakoni KRI Dewaruci dengan komandan (saat itu) Mayor Pelaut Sumantri, pada 1964. Perintah operasi itu dikumandangkan langsung dari Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno kepada Kepala Staf TNI AL (saat itu), Laksamana Soebijakto. 


Sama seperti yang selalu terjadi di mana-mana, KRI Dewaruci dengan 82 awak kapal dan 80 kadet serta puluhan perwiranya sungguh berhasil memikat hati warga di negara-negara yang disinggahi. Di Kota Savannah, sebagai contoh, gelaran drum band para kadet dengan atraksi yang di sangat unik dan berani memberi kenangan tersendiri bagi warga setempat.


Belum lagi parade role para kadet Akademi TNI AL itu. Dalam waktu kurang dari dua menit, mereka telah menempati posisi masing-masing di tiga tiang kapal dan peruan-peruannya. Titik tertinggi 38,5 meter dari dek kapal adalah di Kunto Bimo, di tiang Bima yang menjadi tiang utama dan tertinggi. 


Tanpa mengenal takut dan gentar, para kadet Akademi TNI AL dalam seragam khusus ini memberi penghormatan kepada semua hadirin di pelabuhan tujuan ataupun saat lepas tali meninggalkan satu dermaga. Di dek, genderang suling drum band mengiringi dengan lagu-lagu dalam komposisi khas militer. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga