Selasa, 21 Oktober 2014

Ahli forensik digital masih langka di Indonesia

| 5.741 Views
id forensik digital, ahli forensik digital, puslabfor mabes polri, kejahatan digital, digital forensic analyst team
Ahli forensik digital  masih langka di Indonesia
Komisaris Polisi Muhammad Nuh Al-Azhar (ANTARA/Imam Santoso)
Depok, Jawa Barat (ANTARA News) - Indonesia masih sangat membutuhkan ahli-ahli forensik digital untuk mengungkap segala tindak kejahatan di dunia maya, demikian dikatakan Kepala Tim Analis Forensik Digital (DFAT) Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Polisi Muhammad Nuh Al-Azhar.

"Ahli forensik digital bukan hanya dibutuhkan oleh penegak hukum, melainkan juga perusahaan seperti perbankan," kata Kompol Nuh selepas peluncuran buku "Digital Forensic: Panduan Praktis Investigasi Komputer" di Kampus Universitas Indonesia Depok, Senin.

Pengarang buku Digital Forensic itu mengatakan ahli forensik digital bukanlah operator yang sekedar menjalankan suatu program atau aplikasi tertentu, tapi juga penganalisa bukti-bukti kejahatan dari rekam jejak yang terdapat dalam peralatan elektronik.

"Mestinya seorang investigator digital menguasai banyak peralatan ataupun program untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga tidak mendewakan satu peralatan saja," kata Forensic Informatics dari University of Strathclyde Inggris itu.

Nuh mengatakan kajian ilmu komputer di sebagaian besar perguruan tinggi di Indonesia hanya terbatas pada pemrograman, jaringan, ataupun manajemen informasi dan belum menyentuh forensik digital.

"Padahal potensi pasar untuk keahlian tersebut sangat besar di Indonesia, terutama bagi perusahaan-perusahaan," kata Nuh.

(I026)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca