Moskow (ANTARA News) - Negara-negara kuat dunia dan Iran pada Senin bertemu di Moskow untuk melakukan pembicaraan guna mempersempit perbedaan pandangan tentang program nuklir Iran dan pencegahan ancaman perang baru di Timur Tengah.

Enam negara P5+1 yang terdiri atas Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman  berharap bisa membujuk Iran untuk mengekang produksi uranium bermutu tinggi yang mereka duga sebagai langkah menuju pembuatan senjata nuklir.

Iran sudah berulang kali membantah tuduhan bahwa program nuklirnya digunakan untuk tujuan militer.

President Mahmoud Ahmadinejad mengindikasikan persiapan untuk mengentikan kegiatan pengayaan uraniumnya--seperti permintaan Amerika Serikat dan sekutunya-- kalau negara-negara kuat dunia setuju memenuhi kebutuhan bahan bakarnya.

"Sejak awal Republik Islam telah menyatakan bahwa jika negara-negara Eropa menyediakan 20 persen pengayaan bahan bakar untuk Iran, maka ini tidak akan diperkaya sampai tingkat ini," kata Ahmadinejad dalam pernyataan di laman kepresidenan yang dikutip Kantor Berita Reuters.

Sebelumnya, Presiden Ahmadinejad juga menyatakan mengharapkan kemajuan penting pada pertemuan di Rusia.

"Kami siap secara sukarela akan membuat langkah positif jika pihak yang lain juga membuat langkah serupa," kata Ahmadinejad kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung, sebuah koran mingguan Jerman.

(H-AK)