Sabtu, 1 November 2014

Fernando dapat "wild card" nomor sprint ke Olimpiade London

| 2.438 Views
id fernando lumain, nomor sprint, wild card, olimpiade london
Fernando dapat
Olimpiade London 2012 (ist)
Kita berharap Fernando bisa mengatasi kendalanya untuk lari sprint..."
Jakarta (ANTARA News) - Atlet atletik Fernando Lumain mendapat "wild card" untuk tampil ke Olimpiade London 2012 berdasarkan kepemilikan bea siswa dari Dewan Olimpiade Internasional (IOC) yang pernah diterima pada dua tahun lalu.

Kabid Binpres PB PASI Budi Darma Sidi di Jakarta, Senin, mengatakan, Fernando akhirnya berhak tampil di Olimpiade karena atlet-atlet lainnya tak ada yang mampu mencapai limit-B sebagai syarat tampil ke Olimpiade.

"Fernando Lumain akan tampil di Olimpiade, sebab ia merupakan pemegang bea siswa Olympic Solidarity yang diterimanya dari IOC pada dua tahun lalu," ujar Budi Darma Sidi.

Dikatakannya, Fernando nantinya akan mewakili kontingen Merah Putih dan bakal diturunkan di nomor sprint 100 meter dan 200 meter.

Meski mendapat "wild card", dalam latihan-latihan Fernando juga diharapkan masih bisa mengejar limit-B yang ditetapkan yakni 10,24 detik untuk 100 meter dan 20,86 untuk lari 200 meter.

Fernando sendiri sebenarnya bukan merupakan spesialis nomor tersebut. Pada SEA Games 2011 ia turut mengharumkan bangsa dengan meraih medali emas dari nomor estafet putra.

Atlet kelahiran 18 Oktober 1989 bertinggi badan 184 centimeter dan berbobot 76 kilogram itu pun saat ini masih terus berlatih di Surabaya di bawah asuhan pelatih Henny Maspaitella dan ia juga bergabung dalam Pelatnas di Jakarta.

"Saya mendapat bea siswa Olympic Solidarity dulu dipilih oleh IOC langsung. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik," ujar Fernando Lumain yang asal Sulawesi Utara.

Budi Darma Sidi menambahkan, untuk tampil di Olimpiade nanti memang tak akan mudah bagi Fernando untuk membuat prestasi, mengingat persaingan di Olimpiade teramat berat.

"Kita berharap Fernando bisa mengatasi kendalanya untuk lari sprint, setidaknya mengejar catatan waktu milik Franklin Burumi yang 10,33 detik. Kalau bisa dia seharusnya mampu melewati catatan yang dimiliki Franklin," ujarnya.

Menghadapi Olimpiade London, PB PASI memang urung meloloskan atletnya karena berbagai kendala, diantaranya cedera lutut yang dialami oleh Suryo Agung dan Franklin Burumi.

"Selain itu, kondisi para atlet juga jauh menurun selepas SEA Games lalu, dimana mereka terlalu lama beristirahat dan pulang ke kampung halaman masing-masing. Seharusnya selama istirahat mereka terus aktif berlatih," demikian Budi Darma Sidi. (ANT132/A020)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga