Selasa, 21 Oktober 2014

Pyongyang kecam komentar Clinton soal HAM Korea Utara

| 3.627 Views
id kondisi ham korea utara, nuklir korea utara, urusan korea utara, hillary clinton
Pyongyang kecam komentar Clinton soal HAM Korea Utara
Seorang tentara berjaga di depan roket Unha-3 (Bima Sakti 3), di atas landasan di Situs Peluncuran Satelit Laut Barat, barat laut Pyongyang, Korea Utara, awal April lalu. Walau akhirnya meledak di udara, peluncuran roket yang dinyatakan Barat jadi basis misil nuklir antar benua menyita perhatian besar. Korea Utara sejak dulu sangat tertutup dari interaksi dengan dunia luar. (REUTERS/Bobby Yip)
... Upaya Amerika Serikat mencampuri urusan dalam negeri Korea Utara adalah konyol...
Pyongyang (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, berkomentar tentang catatan kondisi HAM Korea Utara. Kontan Pyongyang bereaksi dan mengecam pernyataan itu, sebagai hal yang sembrono.

Dalam satu konferensi pers bersama setelah pertemuan yang disebut "Dua tambah Dua", di Washington, Kamis, Clinton mendesak Korea Utara menempatkan kesejahteraan rakyatnya sendiri dan menghormati hak-hak warga negaranya sendiri sebagai tujuan pertama.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, melalui kantor berita resmi KCNA, berujar, "Upaya Amerika Serikat mencampuri urusan dalam negeri Korea Utara adalah konyol."

Dia mendesak Clinton lebih memerhatikan masalah-masalah krisis ekonomi dan sejumlah besar pengangguran di negaranya sendiri. Bukan secara ceroboh berbicara tentang urusan dalam negeri Korea Utara.

Juru bicara itu juga mengatakan Korea Utara akan melakukan upaya tak henti-hentinya untuk meningkatkan penangkal nuklir selama Washington memusuhi Pyongyang.

Menteri luar negeri dan menteri pertahanan Amerika Serikat serta sejawatnya dari Korea Selatan, Kamis, mendesak Pyongyang mengakhiri perilaku provokatifnya. Mereka mengatakan jalan bagi Korea Utara bergabung kembali dengan masyarakat internasional tetap terbuka.

(H-AK)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga