Dumai, Riau (ANTARA News) - Suasana cuaca udara malam hari di kawasan lingkungan pemukiman warga dan jalan protokol Kota Dumai, Provinsi Riau, Senin, tampak diselimuti kabut asap pekat.

Kabut asap ini pada pagi hingga menjelang sore tadi belum memperlihatkan kemunculannya. Sedangkan selang 3 hari sebelumnya, asap menyelimuti Dumai dan perlahan berangsur normal karena ada kebakaran hutan dan lahan.

Kemunculan kabut asap tersebut diduga berasal dari asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan di kabupaten tetangga terdekat.

Selain itu, dilaporkan juga oleh seorang warga Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, ketebalan kabut asap sangat pekat di sekitar wilayah itu.

"Tidak jauh dari rumah kami ada kebakaran lahan sawit yang baru terbakar. Kabut asap disini sangat tebal dengan jarak pandang sangat dekat," kata Doni, warga di Kecamatan Dumai Kota.

Sejumlah warga di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Dumai Kota, juga mengakui sudah mulai merasakan gatal-gatal pada hidung dan tenggorokan serta batuk akibat menghirup "si putih" tersebut.

"Memang saat berkendara sepeda motor saya tidak menggunakan masker, akibatnya sekarang sudah merasakan batuk dan gatal pada hidung," sebut Doni.

Sebelumnya di Kota Dumai berdasarkan pantauan satelit NOAA-18 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terdeteksi hanya 3 titik api. Namun belakangan kebakaran di areal eks penguasaan perusahaan itu sudah hilang dan berhasil dikendalikan.

Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Pemkot setempat Hadiono hingga berita ini diturunkan, sejauh ini belum bisa memberikan keterangan terkait munculnya kembali kabut asap tersebut. (AZK/R010)