Medan (ANTARA News) - Pakar pertanian Universitas Sumatera Utara, Edison Purba mengatakan, bioteknologi atau rekayasa genetika adalah sebuah proses memanfaatkan gen dari makhluk hidup lain, seperti tanaman dan bakteri sehingga tumbuhan tersebut memiliki keunggulan tambahan.

"Dengan keunggulan tambahan tersebut, sebuah tanaman dapat bertolarensi dengan tekanan lingkungan yang ada misalnya tolarensi terhadap hama tertentu, tahan terhadap kekeringan dan lainnya," katanya dalam workshop dengan sejumlah media massa di Medan, Senin.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Croplife Indonesia.

Dia mengatakan, teknologi bioteknologi saat ini terus berkembang tidak hanya pada jagung, kapas, kedelai mau pun kanola.

"Penerapan bioteknologi sangat bervariasi dan mencakup berbagai bidang, diantaranya agrikultur, lingkungan hidup dan kesehatan" katanya.

Menurut Edison, dibidang agrikultur ada beberapa tipe aktifitas bioteknologi, yang dikategorikan berdasarkan teknik yang digunakan.Mulai dari bioteknologi tradisional yang menggunakan teknik sederhana hingga bioteknologi modern yang menggunakan teknik canggih.

Manfaat penggunaan bibit tanaman Produk Rekayasa Genetika (PRG) atau tanaman bioteknologi bagi petani adalah peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tanaman.

Selain itu, tanaman bioteknologi memiliki keunggulan, yakni lebih tahan lama.Metode bioteknologi memungkinkan informasi genetik protein Bt (bio-pestisida alami dari mikro-organisme Bacillius thuringiensis yang ada di dalam tanah).

Kemudian dapat di-transfer kedalam tumbuhan,sehingga tumbuhan tersebut memiliki tolarensi terhadap hama penggerak batang dan mengurangi penggunaan pestisida.

"Lebih toleran terhadap herbisida sehingga memungkinkan petani membasmi rumput liar dengan produk tertentu tanpa merusak tanaman," ucap Edison.

Selanjutnya dia menambahkan, tanaman bioteknologi tahan terhadap tekanan lingkungan.Modifikasi gen pada tanaman bioteknologi memungkinkan terciptanya varietas tanaman yang lebih tahan kering ataupun tolera terhadap tanah dengan kondisi yang berbeda.

"Dapat diatur untuk memiliki kandungan nutrisi yang diperkuat," ujarnya.

Dia menjelaskan, penurunan biaya produksi karena efisiensi penggunaan pupuk dan penurunan pemakaian pestisida.

"Tanaman PRG tidak hanya memiliki kualitas unggulan, tetapi juga tidak berbahaya bagi lingkungan dan aman untuk dikonsumsi," katanya.
(M034/E008)