Rabu, 27 Agustus 2014

Palestina-Israel berupaya hentikan bakteri MRSA

Selasa, 19 Juni 2012 02:13 WIB | 4.649 Views
Yerusalem (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Sejumlah ilmuwan asal Palestina dan Israel melanjutkan upaya gabungan untuk menghentikan bakteri MRSA yang berpotensi mematikan, dan menyebar di Kota Gaza di tengah pertikaian baru di sepanjang perbatasan Israel dengan Jalur Gaza.

Kelompok peneliti baru-baru ini telah mengidentifikasi bakteri unik jenis Methicillin kerabat dari "Staphylococcus Aureus" (MRSA) yang diketahui sebagai bakteri pelawan antibiotik dan sering ditemui di Gaza, demikian Harian Ha`aretz pada Senin.

Sejumlah komunitas medis internasional telah menyalurkan sumber dana yang besar bagi penelitian pencegahan MRSA sejak 1999 setelah empat anak tewas di Chicago akibat terkena bakteri tersebut di lingkungannya.

Terkait kejadian itu, diperkirakan bahwa bakteri tersebut hanya menyerang wilayah yang berkondisi layaknya rumah sakit.

Kemudian bakteri mematikan asal Amerika tersebut dinamai USA300 atau "superbug".

Hingga saat ini belum jelas jumlah warga Palestina yang tewas akibat terpapar MRSA.

Namun fisikawan yang bergabung dalam program gabungan tersebut, Dr. Gili Regev- Yochay, mengatakan bakteri "berpindah secara cepat" di Gaza.

"Pertama kali kami mengira bakteri berasal dari relawan asal Eropa dan menyebar karena keramaian yang berlebihan. Namun penanda genetika bakteri Gaza dipercaya merupakan jenis bakteri yang berbeda," kata Regev- Yochay yang juga menjadi peneliti di Unit Penyakit Menular di Pusat Kesehatan Sheba dekat Tel Aviv.

Dia memperkirakan bakteri mengembangkan pertahanan dari antibiotik melalui sejumlah proses unik yang terjadi di Gaza.

Menurut Ha`aretz, sebagai upaya untuk menemukan lokasi yang menjadi sumber bakteri Gaza, Regev Yochay dan 30 anggota tim termasuk dokter penyakit anak dan dokter spesialis penyakit menular dari Israel, Yerusalem timur, Gaza dan Tepi Barat memeriksa sebanyak 600 penduduk, 300 diantaranya anak-anak dan 300 lainnya merupakan orang tuanya.

Sebanyak 15 persen orang yang diperiksa positif terpapar bakteri MRSA, dimana bakteri itu memiliki kekhasan dari Gaza dan tidak seagresif bakteri USA300.

Bakteri tersebut lebih mirip kepada jenis yang diidentifikasi di sejumlah rumah sakit di Eropa dan yang ada di populasi Gaza.

Para peneliti menemukan hubungan antara resiko penularan bakteri Gaza dan jumlah hewan peliharaan dan kucing liar di daerah kantong pesisir.

"Bakteri cenderung disebarkan dari orang ke orang melalui hewan dan penemuan kami meningkatkan kecurigaan bahwa terdapat hubungan antara penyebaran bakteri dan banyaknya kucing di Gaza," jelas Regev- Yochay.

Dia menambahkan fase penelitian berikutnya akan berfokus kepada sejumlah keluarga dan menargetkan untuk mengetahui dampak jangka panjang bagi warga Gaza yang telah positif terpapar bakteri.

Menurut laporan, untuk penelitian tersebut, para ilmuwan melakukan pemetaan genetika bakteri Gaza dalam program gabungan dengan sejumlah peneliti dari Universitas Harvard, Amerika Serikat.
(Uu.B019)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga