Jumat, 19 Desember 2014

Presiden: Indonesia telah punya model keuangan inklusif

| 3.374 Views
id ktt rio+20, konferensi pembangunan berkelanjutan, perbankan inklusif, presiden yudhoyono
Presiden: Indonesia telah punya model keuangan inklusif
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA)
Kita sudah punya model sendiri, apa yang dilakukan oleh BRI itu luar biasa dan juga bank-bank yang lain. Hanya kurang kita sampaikan pada dunia, tidak perlu kita mengadopsi model Negara manapun kita sudah punya,
Los Cabos (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Indonesia telah memiliki model untuk menerapkan sistem keuangan inklusif sehingga tidak perlu untuk mengadopsi model dari negara manapun juga.

"Kita sudah punya model sendiri, apa yang dilakukan oleh BRI itu luar biasa dan juga bank-bank yang lain. Hanya kurang kita sampaikan pada dunia, tidak perlu kita mengadopsi model Negara manapun kita sudah punya," kata Presiden Yudhoyono saat memberikan keterangan pers di Los Cabos, Meksiko, Senin pagi waktu setempat atau Selasa dini hari wib.

Namun, kata Presiden, menimba dan berbagi pengalaman dengan negara-negara lain akan selalu ada gunanya. Oleh karena itu, Kepala Negara secara khusus mengajak Putri Maxima dari Belanda untuk bekerjasama di bidang keuangan inklusif.

"Saya ajak untuk berkolaborasi bekerjasama dengan demikian ada benefit bagi kita, kita mempelajari best practices sehingga kita bisa makin baik," katanya.

Sebelumnya Putri Maxima dari Belanda mengapresiasi Indonesia sebagai salah satu negara yang memberikan perhatian tinggi terhadap kredit bagi UMKM dan rakyat kecil dalam bentuk kredit usaha sebagai salah satu bentuk dari praktek keuangan inklusif.

Putri Maxima, menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, juga meminta Indonesia untuk membuat suatu mekanisme koordinasi yang baik dalam penyelenggaraan kredit usaha itu.

Namun, menurut Hatta, selama ini Indonesia telah memiliki mekanisme yang berjalan dengan baik dibawah koordinasi Menko Perekonomian.

Putri Maxima yang merupakan istri Pangeran Willem-Alexander, putra Ratu Beatrix, adalah Penasehat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan.

Ia mempromosikan keuangan inklusif terutama dalam praktik terbaik dan kebijakan yang dibutuhkan untuk meningkatkan akses terhadap modal terutama individu lokal dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.
(ANT)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga