New York (ANTARA News) - Wall Street berakhir bervariasi (mixed) pada Senin (Selasa pagi WIB), karena pedagang dengan cepat mencerna kemenangan partai-partai pro-euro dalam pemilu Yunani dan fokus pada rintangan berikutnya dalam krisis ekonomi maraton Eropa.

Sebuah reli sebelumnya di Asia dan Eropa didukung hasil pemilihan umum Yunani pada Minggu, telah berakhir perlahan-lahan pada saat Wall Street memulai perdagangan, dengan fokus sudah bergeser ke Spanyol dan biaya pinjamannya yang "setinggi langit".

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 25,35 poin atau 0,20 persen lebih rendah menjadi 12.741,82 poin.

Indeks saham S&P 500 naik moderat 1,94 poin atau 0,14 persen menjadi 1.344,78 sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 22,53 poin atau 0,78 persen menjadi 2.895,33.

"Pemilihan umum Yunani? Itu berita kemarin. Krisis hari ini adalah lonjakan dalam imbal hasil obligasi Spanyol," kata Dick Green dari Briefing.com.

Pemilu Yunani pada Minggu menempatkan partai konservatif Demokrasi Baru Yunani memimpin, dengan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan koalisi yang berkomitmen untuk langkah-langkah penghematan yang ditetapkan dalam dana talangan (bailout) Uni Eropa-IMF senilai 130 miliar euro (165 miliar dolar AS).

Dalam Dow, Hewlett-Packard turun hampir tiga persen, sementara Bank of America, Alcoa, JPMorgan Chase dan General Electric semua turun lebih dari satu persen.

Di pasar utang pemerintah, tingkat pengembalian yang dituntut investor untuk obligasi 10-tahun Spanyol melompat menjadi 7,061 persen - tingkat tertinggi sejak kelahiran euro pada 1999 dan tingkat yang dianggap tidak berkelanjutan dalam jangka panjang - dari 6,838 persen pada akhir Jumat.

Biaya pinjaman AS berkurang. Imbal hasil obligasi 10-tahun AS jatuh 0,01 poin menjadi 1,58 persen, sedangkan pada obligasi 30-tahun jatuh 0,02 poin menjadi 2,68 persen, demikian AFP.
(A026)