Selasa, 23 Desember 2014

Dolar naik setelah biaya pinjaman Spanyol melonjak

| 2.777 Views
id mata uang dolar as, krisis eropa, krisis spanyol, krisis global
Dolar naik setelah biaya pinjaman Spanyol melonjak
ilustrasi Mata Uang Dolar AS. (ANTARA/Rosa Panggabean)
New York (ANTARA News) - Kurs dolar naik terhadap euro pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah biaya pinjaman Spanyol mencapai rekor tertinggi dan pemilu Yunani gagal mengurangi kekhawatiran tentang penularan krisis utang zona euro.

Euro diperdagangkan pada 1,2571 dolar sekitar 21.00 GMT (Selasa 04.00 WIB), turun dari 1,2644 dolar pada saat yang sama Jumat lalu.

Terhadap mata uang Jepang, euro stabil, diambil 99,45 yen dibandingkan dengan 99,47 yen pada akhir Jumat.

Dolar menguat menjadi 79,11 yen dari 78,67 yen pada Jumat.

Optimisme investor dipicu oleh pemilu Yunani pada Minggu yang memberikan keunggulan sempit kepada pendukung pro-bailout (dana talngan) memudar dengan cepat, dibantu oleh lonjakan biaya pinjaman Spanyol ke rekor tertinggi baru.

"Hari relatif tak banyak peristiwa di perdagangan Amerika Utara menciptakan semua alasan investor yang diperlukan untuk menjual aset berisiko hari ini," kata Neal Gilbert dari FX360.com.

"Terbukti euforia yang dihasilkan pada saat pemilu dengan partai  pro-bailout/pro-euro Demokrasi Baru di Yunani tidak cukup menjaga pedagang puas," katanya.

Hasil pada obligasi 10-tahun Spanyol melebihi 7,0 persen, mencapai tingkat tertinggi sejak kelahiran euro pada 1999.

Pasar khawatir bahwa Spanyol bisa menjadi negara zona euro berikutnya yang memerlukan dana talangan internasional, setelah Yunani, Irlandia dan Portugal.

"Dolar rebound dan sentimen bergerak lebih rendah karena partau Demokrasi Baru Yunani yang dipimpin oleh Antonis Samaras, berupaya untuk membentuk koalisi untuk kedua kalinya dalam dua bulan serta karena imbal hasil obligasi pemerintah Spanyol naik tajam ke rekor baru," kata Eric Viloria di Forex.com.

"Komentar dari Kanselir Jerman Merkel menekan euro saat ia menunjukkan bahwa tidak akan ada kelonggaran atas komitmen Yunani dan harus taat dengan program saat ini."

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Senin mengatakan, pemerintah baru Yunani yang dibentuk setelah pemilu minggu ini harus berbuat sesuai program dana talangan Uni Eropa dan IMF.

"Pemilu tidak bisa mndesak pertanyaan komitmen yang dibuat Yunani. Kita tidak bisa kompromi tentang tahap-tahap reformasi yang kita sepakati," kata Merkel kepada wartawan di resor Los Cabos, Meksiko, tepat sebelum pembukaan pertemuan puncak para pemimpin ekonomi kuat dunia Kelompok 20 (G20).

Sementara itu, para pedagang menunggu dimulainya pertemuan dua hari dewan kebijakan Federal AS pada Selasa. Ekonom terpecah atas apakah bank sentral akan mengumumkan stimulus tambahan bagi ekonomi AS yang lamban.

Dolar naik terhadap mata uang utama lainnya sejak Jumat malam. Dolar naik menjadi 0,9551 franc Swiss dari 0,9496 franc, dan mengembalikan kerugiannya terhadap pound Inggris, jatuh menjadi 1,5665 dolar dari 1,5714 dolar, demikian AFP..

(A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga