Jumat, 31 Oktober 2014

Naik vespa dari Yogya menuju Italia

| 8.064 Views
id traveling, perjalanan wisata, petualangan, vespa, kendaraan bermotor, keliling dunia
Naik vespa dari Yogya menuju Italia
vespa antik (istimewa)
saya harus bisa menekan biaya agar bisa mencukupi hingga akhir tempat tujuan yaitu Italia"
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Ifriandi (27), biasa dipanggil Andy Leeano, memimpikan bisa melintasi sejumlah negara kawasan Asia dan Eropa dengan vespa miliknya.

Dia menargetkan bisa melewati 13 negara dengan tujuan akhir Italia, paling lama setahun, dengan Vespa Super keluaran tahun 1961 yang lebih tua dari usianya sendiri.

Pria lajang dari Yogyakarta ini memulai perjalanannya sendirian pada 1 Juni 2012.  Kini dia sudah sampai di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Saya dari Yogyakarta terus ke Bandung, Jakarta menyeberang Lampung, Palembang, Bangko, Jambi, Padang, Pekanbaru, Dumai dan menyeberang naik feri ke Pelabuhan Klang, Malaysia," katanya saat singgah di KBRI Kuala Lumpur, Senin sore.

Dari Kuala Lumpur, dia akan ke Hatyai, Thailand, lalu Myanmar, kemudian Bangladesh, India, Pakistan, Iran, Turki, Bulgaria, Serbia, Slovenia dan terakhir Italia, negeri di mana vespa dibuat.

Perjalanan ini untuk mewujudkan impiannya menguji ketangguhan mesin vespa miliknya sekaligus menyebarluaskan potensi pariwisata Tanah Air serta memperkenalkan budaya bangsanya, Indonesia.

"Bila saya bertemu dengan mereka (penduduk negara yang dikunjunginya) pasti saya akan bercerita tentang adat dan budaya serta tempat-tempat pariwisata Indonesia yang indah untuk dikunjungi," kata dia.

Untuk itu, dia melengkapi dirinya dengan katalog pariwisata Indonesia termasuk keping CD yang siap dia putarkan kapan saja pada laptop yang dibawanya.

"Saya juga membawa sejumlah pakaian adat, blankon, celana batik dan barang-barang kerajinan dari Indonesia," katanya.

Selama perjalanan ini, dia akan menemui para penggemar vespa di negara-negara yang akan dikunjunginya.

"Tadi saya bertemu dengan pengendaraan vespa di Kuala Lumpur yang mengetahui kedatangan saya lewat facebook. Kami saling tukar informasi banyak hal, termasuk siapa yang bisa ditemui saat berada di negara yang akan disinggahi," kata Andy.

Pria kelahiran Batusangkar, Sumatra Barat, 19 April 1975 ini ternyata juga memiliki ruang pamer vespa dan bengkel serta penjual suku cadang vespa di Yogyakarta.

Tangki tambahan

Andy sudah mempersiapkan vespanya agar laik untuk perjalanan jauh, diantaranya dengan menambah satu tangki bahan bakar yang diracnang bisa memuat 29 liter sehingga cukup untuk berkendara sejauh 1.000 kilometer.

"Kalau dihitung-hitung sih, dalam kondisi penuh, bisa cukup untuk perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia hingga Hatyai, Thailand," katanya.

Vespanya ini juga dilengkapi tempat menyimpan suku cadang kendaraan sehingga yang rusak bisa segera dia ganti.

Dia juga membawa kompor gas yang siap digunakannya untuk memasak saat sedang istirahat.

Tiap hari dia ber-vespa hingga 12 jam. "Tapi itu tergantung cuaca dan kondisi jalan raya sebab kendaraannya sudah cukup tua sehingga tidak bisa dipacu lari lebih cepat seperti kendaraan baru," katanya.

Paling cepat vespanya ini bisa berlari dalam kecepatan 80 km per jam, tapi rata-rata sekitar 50 km per jam.  "Maklum kendaraan tua," sambungnya.

Karena perjalanan ini berat dan memakan waktu panjang, dia menyiapkan segala sesuatunya dengan cermat, termasuk dalam pengaturan keuangan.

Dana yang dibawanya ini sendiri dia himpun dari hasil menjalankan bisnisnya selaman ini, ditambah bantuan sejumlah pihak, seperti sejumlah pejabat daerah dan pusat.

"Karena perjalanan jauh dan memakan waktu lama, saya harus bisa menekan biaya agar bisa mencukupi hingga akhir tempat tujuan yaitu Italia," harapnya.

(N004/Z002)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga