Dumai, Riau (ANTARA News) - Pertumbuhan sebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai, Provinsi Riau pada Senin (18) dilaporkan bertambah menjadi 7 titik api berdasarkan pantauan satelit NOAA-18.

Dikatakan Kepala Seksi Pengamanan Kehutanan pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Pemkot Dumai, Tengku Izmet, menjelaskan, keberadaan 7 titik api ini sudah dilakukan pemadaman oleh petugas kehutanan dibantu regu pemadam (Regdam) Kecamatan dan Kelurahan.

Ia menjelaskan, sebaran hotspot terdapat di 4 kecamatan rawan karhutla, yakni Sungai Sembilan, Dumai Barat, Dumai Selatan, Bukit Kapur.

"Enam titik api terpantau berada di area penggunaan lahan yang dikuasai masyarakat dan 1 berada di Hak Penguasaan Hutan (HPH) PT Suntara Gaja Pati," kata Tengku pada ANTARA, Selasa.

Lokasi kejadian kebakaran karhutla ini dialami di areal lahan kosong seluas 3 hektar di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, dan lahan perkebunan sawit seluas 2 hektar di Kecamatan Sungai Sembilan.

Di setiap lokasi kebakaran, ia menduga sumber api disulut secara sengaja oleh masyarakat untuk kepentingan buka dan pembersihan lahan. Sebab, saat melakukan pemadaman, tidak ditemukan orang atau pelaku berada di lokasi sekitar.

"Saat didatangi, kami tidak menemukan ada orang di sekitar lahan terbakar, jadi kami menduga kebakaran ini disengaja untuk kepentingan perluasan lahan perkebunan milik masyarakat. Sehingga kami tidak menemukan pelaku dan tidak cukup bukti," sebutnya.

Sedangkan untuk pemadaman di areal perusahaan, pihaknya telah meminta kepada bersangkutan agar dilakukan pemantauan dan pengendalian api di wilayah penguasaan masing-masing.

Sejauh ini, upaya pemadaman karhutla hanya menggunakan 1 unit armada kendaraan colt diesel, 2 unit mobil pick up dan 1 mobil tangki air dan 6 unit mesin pompa. Untuk anggaran penanganan kebakaran dialokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta.

(ANT)