Rabu, 22 Oktober 2014

SMA unggulan di Palu diserbu ratusan pendaftar

| 3.879 Views
id SMA unggulan di Palu, diseru ratusan pendaftar, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali
Setiap pendaftar dibebani Rp50 ribu untuk uang administrasi."
Palu (ANTARA News) - Sejumlah SMA negeri unggulan di Kota Palu, Selasa, diserbu ratusan pendaftar hingga hari kedua penerimaan siswa baru.

Irwan, seorang panitia penerimaan siswa baru SMA Negeri 4 Palu, mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 800 pendaftar di sekolahnya yang berasal dari berbagai daerah di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini.

Menurutnya, calon pendaftar itu bisa mencapai ribuan orang hingga akhir penerimaan calon siswa baru ditutup.

Dia mengatakan kapasitas siswa baru di SMA Negeri 4 Palu hanya sekitar 350 anak. Dia memperkirakan para pendaftar itu juga mendaftar di sekolah lain untuk mengantisipasi jika tidak diterima di sekolah yang pertama.

"Itu biasa. Panitia hanya menyeleksi para pendaftar sesuai persyaratan yang ditentukan," katanya.

Irwan mengatakan setiap pendaftar dibebani Rp50 ribu untuk uang administrasi. Dia juga menyangkal adanya pungutan sekolah kepada calon siswa baru.

"Pungutan hanya berupa untuk pembelian seragam olah raga, itupun jika mereka sudah diterima," katanya.

Mengenai uang pungutan, ujarnya, hal itu merupakan kebijakan kepala daerah. Irwan mengatakan para pendaftar akan juga akan diuji secara tertulis dan wawancara dengan mempertimbangkan hasil ujian akhir nasional.

Banyaknya pendaftar juga terlihat di SMA Negeri 1 Palu dan SMA Negeri 2 Palu yang juga merupakan sekolah unggulan di kota ini. Ratusan calon pendaftar memadati loket untuk mengambil formulir pendaftaran.

Sebelumya, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali mengaku saat ini masih mendalami adanya laporan pungutan kepada calon siswa baru saat mendaftar sekolah.

"Kalau benar ada sekolah yang melakukan pungutan akan diberi sanksi," kata Abubakar.

Dia mengatakan pungutan pendaftaran diperbolehkan jika dilakukan oleh sekolah dengan status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan mendapatkan persetujuan dari kepala daerah setempat.

Dia mengatakan Dinas Pendidikan akan menurunkan tim yang akan meninjau sekolah-sekolah dan memeriksa langsung ada tidaknya pungutan pendaftaran.

(R026/S027)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca