SMA unggulan di Palu diserbu ratusan pendaftar

Selasa, 19 Juni 2012 16:21 WIB | 3216 Views

Setiap pendaftar dibebani Rp50 ribu untuk uang administrasi."
Berita Terkait
Palu (ANTARA News) - Sejumlah SMA negeri unggulan di Kota Palu, Selasa, diserbu ratusan pendaftar hingga hari kedua penerimaan siswa baru.

Irwan, seorang panitia penerimaan siswa baru SMA Negeri 4 Palu, mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 800 pendaftar di sekolahnya yang berasal dari berbagai daerah di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah ini.

Menurutnya, calon pendaftar itu bisa mencapai ribuan orang hingga akhir penerimaan calon siswa baru ditutup.

Dia mengatakan kapasitas siswa baru di SMA Negeri 4 Palu hanya sekitar 350 anak. Dia memperkirakan para pendaftar itu juga mendaftar di sekolah lain untuk mengantisipasi jika tidak diterima di sekolah yang pertama.

"Itu biasa. Panitia hanya menyeleksi para pendaftar sesuai persyaratan yang ditentukan," katanya.

Irwan mengatakan setiap pendaftar dibebani Rp50 ribu untuk uang administrasi. Dia juga menyangkal adanya pungutan sekolah kepada calon siswa baru.

"Pungutan hanya berupa untuk pembelian seragam olah raga, itupun jika mereka sudah diterima," katanya.

Mengenai uang pungutan, ujarnya, hal itu merupakan kebijakan kepala daerah. Irwan mengatakan para pendaftar akan juga akan diuji secara tertulis dan wawancara dengan mempertimbangkan hasil ujian akhir nasional.

Banyaknya pendaftar juga terlihat di SMA Negeri 1 Palu dan SMA Negeri 2 Palu yang juga merupakan sekolah unggulan di kota ini. Ratusan calon pendaftar memadati loket untuk mengambil formulir pendaftaran.

Sebelumya, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali mengaku saat ini masih mendalami adanya laporan pungutan kepada calon siswa baru saat mendaftar sekolah.

"Kalau benar ada sekolah yang melakukan pungutan akan diberi sanksi," kata Abubakar.

Dia mengatakan pungutan pendaftaran diperbolehkan jika dilakukan oleh sekolah dengan status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan mendapatkan persetujuan dari kepala daerah setempat.

Dia mengatakan Dinas Pendidikan akan menurunkan tim yang akan meninjau sekolah-sekolah dan memeriksa langsung ada tidaknya pungutan pendaftaran.

(R026/S027)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

15 wanita korban penyekapan dibina Kemensos

15 wanita korban penyekapan dibina KemensosKetua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sumut M Zahrin Piliang mengatakan bahwa 15 wanita remaja asal ...

Hasil UN diumumkan 20 Mei 2014

Hasil UN diumumkan 20 Mei 2014Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah rencananya akan mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) ...

Ikatan Apoteker tegaskan JKN perlu didukung obat berkualitas

Ikatan Apoteker tegaskan JKN perlu didukung obat berkualitasIkatan Apoteker Indonesia (IAI) menilai bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus didukung oleh penggunaan ...