Kamis, 23 Oktober 2014

Buku mesum ditemukan di perpustakaan SD Banjarnegara

| 4.327 Views
id buku mesum, bacaan siswa, perpustakaan sekolah dasar, perpustakaan sd banjarnegara
buku-buku tersebut harus segera ditarik
Banjarnegara (ANTARA News) - Buku-buku berisi kalimat atau cerita mesum ditemukan di perpustakaan Sekolah Dasar Negeri 3 Kalibombong, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Ternyata buku-buku yang ramai diberitakan di media massa ada juga di sekolah ini," kata Kepala SDN 3 Kalibombong, Sukir, di Banjarnegara, Selasa.

Awalnya dia mengaku tidak mengetahui jika di perpustakaan sekolah itu terdapat beberapa buku yang isinya tidak pantas untuk dijadikan bacaan bagi siswa SD.

Setelah dilakukan pengecekan di perpustakaan, kata dia, pihaknya menemukan beberapa buku yang berisi cerita-cerita cabul.

Dia mencontohkan buku berjudul "Ada Duka di Wibeng" karya Jazimah Al-Muhyi yang diterbitkan PT Era Adicitra Intermedia Solo terdapat beberapa cerita yang berisi ajakan berhubungan intim dan berciuman.

Selain itu, kata dia, dalam buku berjudul "Tambelo, Kembalinya Si Burung Camar" halaman 50 terdapat cerita yang menggambarkan tentang rasa suka yang menggebu dari seorang wanita sehingga terpaksa mengintip laki-laki pujaan hatinya yang sedang mandi.

"Buku-buku itu ada enam eksemplar. Semuanya buku paket Dana Alokasi Khusus Perpustakaan Tahun 2010," katanya.

Oleh karena dinilai tidak pantas dibaca oleh siswa SD, kata dia, buku-buku tersebut telah diamankan dan tidak lagi dipajang pada rak perpustakaan.

"Kami masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terkait buku-buku tersebut," katanya.

Sementara itu, Pengawas Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Kalibening Sumarno mengatakan, ada lima SD di wilayah ini yang menerima paket DAK Perpustakaan Tahun 2010, yakni SDN 1 Kasinoman, SDN 1 Sirukun, SDN 2 Gununglangit, SDN 3 Kalibombong, dan SDN 1 Bedana.

Menurut dia, buku-buku mesum yang sempat beredar di perpustakaan masing-masing sekolah, saat ini telah diamankan agar tidak dibaca oleh siswa.

Secara terpisah, Ketua Komisi D DPRD Banjarnegara Nur Sulistianto mengatakan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Banjarnegara (Dindikpora) Banjarnegara harus segera menarik buku-buku tersebut.

Selain itu, kata dia, Dindikpora juga harus menelusuri ke sekolah-sekolah di kecamatan lain karena tidak menutup kemungkinan ada sekolah lainnya yang menerima buku serupa.

"Kami sangat prihatin atas masuknya buku-buku porno itu ke perpustakaan SD. Oleh karena itu, buku-buku tersebut harus segera ditarik," katanya.

(ANTARA)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca