Sabtu, 1 November 2014

14 tewas dalam serangan Taliban di Kandahar

| 3.360 Views
id serangan taliban, kandahar kelahiran taliban
Kandahar, Afghanistan (ANTARA News) - Tiga polisi dan 11 gerilyawan Taliban tewas ketika para pejuang melakukan dua serangan di Propinsi Kandahar, Afghanistan selatan, Selasa pagi, kata para pejabat.

Empat gerilyawan mengenakan seragam polisi bersenjata dengan rompi bunuh diri serta senjata menyerbu satu pos pemeriksaan gabungan pasukan Afghanistan dan pasukan internasional di Kabupaten Dand, satu daerah sekitar ibu kota Provinsi Kandahar, sekitar pukul 06.00 waktu setempat Selasa," kata juru bicara pemerintah provinsi Jawid Faisal kepada Xinhua.

Polisi Afghanistan terlibat baku tembak dengan para para penyerang tak lama setelah mereka mendekati pos pemeriksaan, menewaskan empat penyerang, kata Faisal.

Dia menambahkan tiga polisi tewas dan tujuh polisi lainnya terluka dalam bentrokan di provinsi tersebut, yang terletak 450 kilometer selatan Kabul.

Sebelumnya juga pada Selasa, tujuh gerilyawan Taliban tewas ketika mereka meluncurkan serangan terhadap satu kamp militer NATO di kota tetangga Kabupaten Shah Wali Kot, kata Kepala Kepolisian kabupaten Khan Padshah kepada Xinhua.

Setidaknya 10 tentara anggota koalisi atau Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO terluka dalam serangan pada sekitar pukul 03.30 waktu setempat, katanya.

Sementara itu, kantor pers ISAF di kota Kandahar menegaskan bahwa salah satu kamp koalisi diserang pada Selasa pagi tetapi tidak memberikan rincian.

Gerilyawan Taliban telah mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu.

Qari Yousuf Ahmadi, yang mengaku juru bicara Taliban, mengatakan kepada media setempat bahwa gerilyawan meluncurkan dua serangan di Kandahar, menewaskan beberapa tentara Afghanistan dan asing pada Selasa pagi.

Militansi telah meningkat konstan sejak Taliban melancarkan serangan musim semi pada 3 Mei tahun ini.

Kelompok gerilyawan telah memperingatkan warga sipil untuk menjauh dari pertemuan-pertemuan resmi, konvoi militer dan pusat-pusat yang dianggap sebagai sasaran sah oleh para pejuang selain memperingatkan orang-orang untuk tidak mendukung pasukan pemerintah dan asing.

Kandahar, tempat kelahiran Taliban, telah mengalami peningkatan militansi meskipun operasi militer berkelanjutan dilangsungkan di sana. (AK)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga