Senin, 1 September 2014

KTT G-20 didominasi pembahasan krisis ekonomi Eropa

Rabu, 20 Juni 2012 00:05 WIB | 4.329 Views
Los Cabos (ANTARA News) - Pertemuan Puncak Kelompok Ekonomi 20 (G-20) yang dimulai Selasa ini di Los Cabos Meksiko dan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didominasi oleh pembicaraan masalah krisis ekonomi yang terjadi di Eropa.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang ditemui di sela-sela pertemuan mengatakan agenda pertama pertemuan G-20 membahas tentang penguatan, keseimbangan dan keberlanjutan kerjasama antarnegara G-20.

"Tetapi harus diakui bahwa 95 persen para pemimpin membahas masalah Eropa dan sebagian besar isu yang berkembang adalah krisis Eropa," kata Hatta.

Namun, ia menilai hal itu sebagai suatu yang positif karena para pemimpin ekonomi dunia menginginkan adanya suatu kebijakan dan keinginan bersama untuk mendukung Eropa menyelesaikan persoalan-persoalannya.

"Walau tentu saja yang paling penting adalah bagaimana eurozone menyelesaikan permasalahannya yang tidak selalu terbentur pada persoalan `austerity versus growth` (penghematan kontra pertumbuhan)," katanya.

Menurut Hatta, penyelesaian krisis Eropa menjadi penting di mata para pemimpin dunia karena apabila hal itu tidak segera diselesaikan maka akan memberikan dampak pada perekonomian dunia yang lebih luas.

Terkait permasalahan "bailout" Yunani, Hatta mengaku bahwa para pemimpin belum membuat keputusan baru dalam pertemuan G-20 di hari pertama.

"Tapi memang ada satu katakanlah IMF memperbesar keuangannya yang tercermin dengan adanya negara-negara yang bisa meningkatkan share-nya. Saya kira itu meningkatkan kesempatan IMF untuk melakukan bailout bagi negara-negara di Eropa," ujarnya.

Sementara itu sejumlah organisasi non-pemerintah internasional mengritik keputusan para pemimpin ekonomi G-20 yang menjadikan krisis Eropa agenda utama pembahasan di tengah-tengah ancaman krisis pangan, energi dan ribuan orang yang kehilangan pekerjaan.

Mereka menyebut apa yang dilakukan para pemimpin G-20 itu sebagai wujud keberpihakan pada kelompok mapan dan bukannya kelompok rentan. (G003/D012)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga