Jumat, 22 Agustus 2014

50 foto candi marginal dipamerkan di Surabaya

Rabu, 20 Juni 2012 00:51 WIB | 3.701 Views
Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 50 foto dokumentasi candi marginal yang belum dikenal masyarakat dipamerkan di Galeri Seni "House of Sampoerna" Surabaya mulai Jumat (22/6) hingga 22 Juli 2012.

"Candi-candi marginal itu tidak hanya di Jawa, tetapi di Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi," kata aktivis/pegiat Gerombolan Pemburu Batu (Bol Brutu) Surabaya, Antonio Carlos, di Surabaya, Selasa.

Didampingi Manajer Museum "House of Sampoerna" Rani Anggraini di sela-sela persiapan pameran, dia menjelaskan bahwa pameran bertajuk "Pamer Pamor Bol Brutu" itu merupakan pameran kedua setelah Yogyakarta pada bulan Januari 2012.

"Awalnya, saya memang senang dengan candi sejak kecil, lalu saya suka `blusukan` (jalan-jalan keluar-masuk desa, red.) untuk mencari candi, makam, benteng, dan sebagainya," katanya.

Namun, setelah hasil bidikan "batu" itu diunggah ke "Facebook" (FB), ternyata pencinta "batu" itu banyak yang hingga kini tercatat sekitar 400 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kalau di Jatim, ada lima anggota asal Surabaya, dua asal Lamongan, puluhan asal Mojokerto, Kediri, Blitar, Malang, dan sebagainya. Anggota paling banyak memang dari Yogyakarta," katanya.

Foto yang bersifat dokumentasi untuk candi, artefak, makam, bangunan tua, dan sebagainya itu antara lain Candi Lumbung Sengi, salah satu dari tiga candi yang masuk dalam Percandian Sengi di daerah Dukun, Magelang.

"Yang membuat kami bangga, foto Candi Lumbung Sengi yang diunggah ke FB itu akhirnya membuat Balai Purbakala memberi perhatian untuk mengevakuasi candi itu ke dekat Balai Desa Tlatar dan sedang direstorasi ulang di atas tanah dusun yang dipinjam selama delapan tahun," katanya.

Selain candi, foto-foto yang dipamerkan juga menampilkan sosok The Alias yakni mereka yang menunjukkan jalan kepada Bol Brutu untuk menuju ke suatu situs.

"Awalnya, kami bertemu dengan juru pelihara Candi Pamotan, Sidoarjo bernama Pak Alias (nama sebenarnya), Bol Brutu lantas menyematkan julukan The Alias kepada seluruh tokoh penting yang membantu perjalanan Bol Brutu menemukan berbagai situs bersejarah," katanya.

Ada pula foto "blusukan" atau kegiatan mengunjungi situs-situs bersejarah yang terlupakan. "Jangan dikira jalan-jalan melihat candi itu nggak ada asyiknya, karena sesungguhnya kita belajar banyak hal mengenai bangsa kita," katanya.

Selain memamerkan rekam jejak perjalanan ke situs-situs bersejarah dalam bentuk foto, komunitas Bol Brutu juga akan mengadakan diskusi "Obral Obrol Bol Brutu" pada 22 Juni 2012 di C2O, Surabaya.

Pada tanggal 23 Juni, komunitas Bol Brutu mengajak masyarakat umum untuk "blusukan" ke Candi Dermo dan Candi Terung di Krian, Sidoarjo. "Ada prasasti peninggalan Raja Airlangga di sana," katanya.
(E011/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca