Los Cabos (ANTARA News) - Sekretaris Kabinet Dipo Alam membantah terjadinya penambahan anggaran dengan penunjukan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmansyah sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi.

"Sebenarnya tidak menambah karena kan Pak Denny (Denny Indrayana, mantan Staf Khusus Presiden bidang Hukum -red) sebagai wakil menteri, kan Presiden tidak menambah," kata Dipo Alam di sela-sela Pertemuan Puncak G-20, Los Cabos, Meksiko, Selasa pagi waktu setempat atau Selasa malam WIB.

Ia merujuk pada pos staf khusus bidang hukum yang sebelumnya diisi oleh Denny Indrayana.

Menurut Dipo, keberadaan staf khusus diperlukan karena staf khusus melekat kepada presiden, berbeda dengan sejumlah lembaga ekonomi yang lain.

Staf Khusus bidang Ekonomi, kata Dipo, terutama membantu Presiden melihat permasalahan ekonomi yang terjadi di dunia setiap harinya.

Firmansyah yang ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi pekan lalu mengaku telah bertemu langsung dengan Presiden Yudhoyono dan mendapat amanat untuk membantu memberikan pemikiran di bidang ekonomi nasional dan global.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2012, ada 14 staf khusus presiden.

Keempat belas staf khusus presiden itu adalah sekretaris pribadi Presiden, juru bicara Presiden, staf khusus Presiden bidang hubungan internasional, staf khusus Presiden bidang informasi/public relation, staf khusus Presiden bidang komunikasi politik,

Kemudian staf khusus Presiden bidang hukum, HAM, dan pemberantasan KKN, staf khusus Presiden bidang komunikasi sosial, staf khusus Presiden bidang pangan dan energi, staf khusus Presiden bidang pembangunan daerah dan otoda, staf khusus Presiden bidang perubahan iklim.

Selanjutnya staf khusus Presiden bidang publikasi dan dokumentasi, staf khusus Presiden bidang bantuan sosial dan bencana, staf khusus Presiden bidang administrasi dan keuangan serta staf khusus Presiden bidang ekonomi dan pembangunan.
(G003/Z002)