Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat Selasa mengutuk "serangan provokatif" terhadap Masjid di Tepi Barat, dan meminta pemerintah Israel untuk membawa para pelaku pembakaran masjid itu ke pengadilan.

"Amerika Serikat mengutuk dalam istilah paling kuat serangan provokatif hari ini di satu masjid di desa Tepi Barat Kfar Jabaa dekat Ramallah," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland.

"Kebencian, tindakan berbahaya dan provokatif seperti ini tidak pernah dibenarkan," katanya dalam pernyataan tertulis.

Pengacau tak dikenal membakar masjid pada Selasa pagi, merusak bangunan, dan menyemprot slogan Ibrani terhadap evakuasi yang tertunda di lingkungan permukiman yang disengketakan.

Aktivis garis keras yang pro-pemukiman Yahudi, sering disebut sebagai "pemuda puncak bukit," telah melakukan sejumlah serangan serupa terhadap Palestina, properti tentara Israel Arab dan Israel.

Mereka menjuluki tindakan mereka sebagai serangan "harga yang harus dibayar", yang dimaksud untuk biaya yang tepat bagi penghancuran pemerintah atas rumah permukiman yang dianggap ilegal.

Satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam serangan itu dengan mengatakan "Ini adalah perbuatan yang tak bisa ditoleransi, pelanggar hukum yang tidak bertanggung jawab. Kami akan bertindak cepat untuk membawa mereka ke pengadilan."

"Kami mencatat bahwa pemerintah Israel telah mengutuk serangan keji dan berjanji untuk membawa para pelaku ke pengadilan," kata Nuland.

"Kami mengamati aparat penegak hukum Israel untuk melakukannya secepatnya."

Jordania Selasa juga mengutuk pembakaran satu masjid di Yerusalem oleh sekelompok pemukim Israel radikal itu dan menekankan bahwa tindakan "pengecut" tersebut bertentangan dengan semua agama dan hukum kemanusiaan internasional.

"Entitas Zionis bertanggung jawab atas pembakaran teroris di masjid ini," kata kepala dewan serikat buruh Yordania dalam satu pernyataan, Selasa.

Dewan serikat buruh menyerukan kepada PBB, masyarakat internasional dan Liga Arab untuk mengutuk serangan itu dan mengerahkan upaya untuk mencegah serangan-serangan seperti itu di masa depan, serta menekankan bahwa mendiamkan serangan tersebut mendorong pemukim Yahudi Israel radikal untuk mengulang perbuatan mereka, menurut pernyataan itu.

Pada Selasa dini hari, sejumlah pemukim ekstremis Israel membakar sebuah masjid lokal di desa Palestina Jaba di Yerusalem Timur, dan merusak beberapa dindingnya.

Pemukim Israel bertanggung jawab atas sejumlah serangan serupa terhadap penduduk asli, rumah mereka, tanah dan properti di beberapa bagian Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menurut laporan media lokal.

Wilayah tersebut adalah wilayah Palestina yang direbut dan diduduki oleh Israel sejak Perang 1967.

Palestina menginginkan pembangunan permukiman untuk orang-orang Yahudi dihentikan sebelum kedua pihak, Palestina dan Israel melanjutkan perundingan langsung secara damai, namun Israel mengabaikan seruan tersebut dan bahkan masih terus membangun permukiman-permukiman untuk warganya. (AK)