Jayapura (ANTARA News) - Sejumlah aksi teror penembakan di kota Jayapura dan sekitarnya diduga dilakukan Mako Tabuni .

Dugaan itu berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan polisi, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli kepada wartawan di Jayapura, Selasa (19/6).

Dikatakan, sejumlah aksi penembakan diduga menggunakan senjata yang ditemukan bersamaan dengan tertembaknya Mako Tabuni saat hendak ditangkap anggota polisi.

Untuk membuktikan semua itu, kepolisian masih menunggu hasil puslabfor, termasuk kasus penembakan yang menimpa warga Jerman di pantai Base G, 29 Mei lalu.

Dalam kasus penembakan WN Jerman, tidak ditemukan proyektil di tubuh korban, kata Boy Rafli.

Saat peristiwa itu terjadi ditemukan satu butir peluru yang kemudian diduga berasal dari senjata milik pelaku.

Senjata yang ditemukan saat Mako Tabuni ditangkap adalah pistol jenis Taurus. Senjata itu diduga dirampas dari anggota Polri.

Kombes Boy Rafli mengaku, saat ini aparat keamanan masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku aksi teror yang belum tertangkap.

Aparat kepolisian akan berupaya mengungkap motif dari berbagai aksi teror yang menimbulkan korban jiwa, kata Boy Rafli.

Mako Tabuni tertembak saat berupaya ditangkap anggota reskrim Polda Papua Kamis (14/6) lalu di kawasan perumnas Waena, Kodya Jayapura.
(ANT)