Jakarta (ANTARA News) - Tersangka kasus dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004, terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S Goeltom, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu.

Miranda mendatangi Gedung KPK, Jakarta, sekitar pukul 11.20 WIB, mengenakan setelan berwarna abu-abu dan dihantarkan mobil tahanan.

Saat Miranda ditanya terkait proses pemeriksaan apakah sudah hampir selesai atau P21, Miranda hanya tersenyum dan memberikan jawaban singkat.

"Mudah-mudahan," kata Miranda, sambil terus berjalan memasuki Gedung KPK.

Penahanan terhadap mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu dilakukan KPK sejak Jumat (1/6), sebelumnya, Miranda menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB, dan langsung ditahan oleh KPK.

KPK menahan Miranda Goeltom di Rutan KPK bersama dengan tersangka kasus dugaan suap proyek Wisma Atlet Jakabaring Angelina Sondakh, dan terpidana kasus suap Wisma Atlet Jakabaring Mindo Rosalina Manulang alias Rosa.

KPK telah menetapkan Miranda sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dengan menggunakan cek perjalanan ini sejak 26 Januari 2012.

Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini diduga bersama Nunun Nurbaeti yang telah divonis bersalah membagikan 480 lembar cek perjalanan senilai Rp24 miliar untuk 26 anggota dewan periode 1999-2004.

Cek perjalanan dari Bank Internasional Indonesia (BII) dikeluarkan untuk Bank Artha Graha (BAG) atas permintaan PT First Mujur Plantation and Industry untuk pembelian kebun sawit seluas 5.000 hektare dari seorang pengusaha bernama Ferry Yen atau Suhardi Suparman.

Namun, seperti telah diketahui sebelum cek perjalanan berpindah tangan pada sejumlah anggota DPR, 480 lembar cek perjalanan tersebut berada ditangan PT Wahana Esa yang merupakan perusahaan sawit milik Nunun Nurbaeti..

(V003/a011)