Kamis, 31 Juli 2014

Inggris dan Argentina bertengkar di KTT G-20 soal Falkland

Rabu, 20 Juni 2012 16:23 WIB | 4.002 Views
Inggris dan Argentina bertengkar di KTT G-20 soal Falkland
Penduduk Kepulauan Falkland menunjukkan kesetiaannya kepada Kerajaan Inggris dengan berkendara sambil memasang bendera Kepulauan Falkland yang bersisian dengan bendera Union Jack Kerajaan Inggris. (REUTERS/Gary Clement)
Los Gabos, Meksiko (ANTARA News) - Presiden Argentina, Cristina Kirchner, dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, bertengkar secara terbuka di KTT G-20, Selasa, menyangkut masa depan Kepulauan Falkland alias Malvinas yang disengketakan.

Argentina mencap Cameron seorang "kolonialis" karena menolak usul Kirchner bagi perundingan mengenai kedaulatan kepulauan itu. Sementara Cameron mengatakan ia berusaha membalas "propaganda" Argentina.

Kedua pemimpin itu saling berhadapan di pertemuan negara-negara ekonomi penting dunia di Meksiko. Saat sama ketegangan antara dua negara mereka meningkat hanya beberapa hari setelah ulang tahun ke-30 Perang Falkland.

Cameron mendesak Kirchner menghormati keinginan 3.000 warga kepulauan Atlantik Selatan itu, yang ingin tetap berada di bawah pemerintahan Inggris. Falkland memiliki bendera sendiri.

Kirchner membalas pernyataan Cameron itu dengan mengutip resolusi-resolusi PBB yang menyerukan perundingan-perundingan mengenai kedaulatan kepulauan itu.

"Presiden memiliki resolusi-resolusi PBB dan ia mengatakan kepada Cameron: "Mari hormati PBB," kata Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timmerman.

Menurut Cameron, ia telah mendekati Kirchner untuk mendesak dia menghormati hak penduduk Falkland (nama yang diberikan Inggris untuk Malvinas), untuk menentukan pilihan mereka tentang masa depan mereka sendiri dalam referendum. 

Penentuan oleh rakyat itu yang diperkirakan akan menunjukkan penentangan mereka pada kekuasaan Argentina.

Pada Mei 1982, Argentina di bawah pemerintahan Presiden (saat itu) Leopoldo Galtieri menginvasi secara militer Kepulauan Falkland di Atlantik Selatan, yang letaknya memang jauh lebih dekat dengan Argentina ketimbang Inggris.

Respons Inggris diluncurkan segera. Perdana Menteri Inggris (saat itu) Margareth Tatcher, segera mengirim satuan tugas Angkatan Laut Kerajaan Inggris dipimpin HMS Invincible ke kepulauan itu. Port Stanley, ibukota Kepulauan Falkland, bisa direbut cepat melalui paduan operasi intelijen SAS dan SBS serta serbuan Marinir Kerajaan Inggris.

Dalam pertempuran di lingkar Antarktika itu, 255 tentara Inggris kehilangan jiwanya sebagaimana 650 tentara Argentina. 

Perang itu pula yang memopulerkan peluru kendali MM-39 Blok 1 Exocet buatan Aerospatiale, Perancis, yang bisa menjebol dinding baja lambung fregat HMS Sheffield, setelah diluncurkan dari pesawat tempur Dassault-Breguet Super Etendard, yang sama-sama buatan Perancis. 

(H-RN/Z002) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca