Jakarta (ANTARA News) - Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Muhammad Jufri mengakui pihaknya menerima aduan tentang pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta yang melakukan kampanye di luar jadwal.

"Ada beberapa. Tapi masih kami kaji apakah kegiatan tersebut mengandung empat unsur kampanye yang telah ditetapkan," katanya.

Ia menjelaskan, bila kegiatan itu terbukti mengandung unsur kampanye maka pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan dikenai sanksi, termasuk diantaranya pengurangan jatah masa kampanye dalam waktu tertentu.

"Pelanggaran akan diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kalau terbukti pasangan bisa dilarang melakukan kampanye pada waktu yang telah ditentukan," ujarnya.

Ia menjelaskan pula bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang melakukan kegiatan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan juga akan menerima sanksi moral dari masyarakat.

"Masyarakat akan menilai bahwa calon tersebut tidak taat aturan," katanya.

Kendati jadwal kampanye pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta baru mulai tanggal 24 Juni mendatang namun sebagian peserta pemilihan kepala daerah sudah menempelkan poster atau spanduk bergambar pasangan calon di beberapa daerah.

(nta)