Minggu, 31 Agustus 2014

Polda Jatim hentikan kasus Wali Kota Batu

Rabu, 20 Juni 2012 16:45 WIB | 2.024 Views
Surabaya (ANTARA News) - Kepolisian Daerah Jawa Timur menghentikan penyidikan kasus pemalsuan ijazah SMP Taman Siswa di Lempung Mulya, Tandes, Surabaya, yang diduga dilakukan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

"Polda sudah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) nomor SP.Tap/31/VI/2012/Ditreskrimum Polda Jatim tertanggal 7 Juni 2012," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib di Surabaya, Rabu.

Alasannya, alat bukti pada kasus Eddy Rumpoko tidak mencukupi, karena Kejati Jatim menilai alat bukti yang ditemukan penyidik Polda Jatim tidak memenuhi kriteria yang diatur dalam Pasal 184 KUHAP.

"Kalau nanti ada novum (bukti baru), maka kasus itu akan dapat dibuka kembali sesuai KUHAP," katanya.

Oleh karena itu, polisi pun menerbitkan SP3 kasus itu, karena berkas kasus untuk Eddy Rumpoko dan dua tersangka, yakni Suharminah (Kepala SMP Taman Siswa) dan Purwantara (Pegawai TU SMP Taman Siswa), juga sudah berkali-kali dinyatakan P-19 (kurang lengkap) oleh penyidik Kejati Jatim.

"Pihak kejaksaan menginginkan penyidik melengkapi berkas dengan pemeriksaan Denny sebagai saksi kunci, namun permintaan itu sulit kami penuhi, karena keberadaan Denny hingga kini masih belum jelas," katanya.

Kasus dugaan ijazah palsu Eddy Rumpoko itu mencuat pada pertengahan tahun 2010 saat Polrestabes Surabaya Surabaya menetapkan Eddy Rumpoko sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah palsu SMP Taman Siswa, Lempung Mulya, Tandes, Surabaya.

Setelah itu, kasus itu dilimpahkan ke Polda Jatim hingga akhirnya terbitlah SP3 untuk kasus itu pada 7 Juni 2012 atau selang beberapa bulan menjelang Pilkada Batu pada Oktober 2012.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca