Kamis, 28 Agustus 2014

Satelit NOAA deteksi 341 titik api Sumatera

Rabu, 20 Juni 2012 17:58 WIB | 5.022 Views
Pekanbaru, Riau (ANTARA News) - Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 mendeteksi sebanyak 341 titik api di Pulau Sumatra dengan sebaran nyaris merata di sejumlah wilayah provinsi yang ada di sana.

"Hari ini, sekitar pukul 17.00 WIB satelit NOAA mendeteksi di Sumatra terdapat 341 titik api. Titik api tersebar di hampir seluruh wilayah provinsi yang ada di Sumatra," kata Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Aristya Ardhitama di Pekanbaru, Rabu.

Kemunculan titik api hari ini menurutnya juga jauh meningkat dibandingkan sebelumnya (Selasa 19/6) dimana "hotspot" masih terdeteksi satelit sebanyak 267 untuk Sumatera.

Dia menjelaskan, sebaran titik api terbanyak masih berada di daratan Provinsi Riau yakni dengan jumlah yang mencapai 227 titik atau meningkat di bandingkan Selasa (19/6) lalu yang masih berkisar 145 titik.

Sementara untuk Provinsi Jambi, demikian Ardhitama, NOAA mendeteksi sebanyak 39 titik, Sumatra Utara (21), Sumatra Selatan (21), Sumatra Barat (12), Bengkulu (7), Aceh dan Bangka Belitung masing-masing terdeteksi lima titik api, kemudian Lampung hanya empat titik.

Untuk di Riau, Ardhitama menguraikan titik api tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota terkecuali Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Sebaran terbanyak untuk titik api Riau katanya berada di Kabupaten Pelalawan yakni mencapai 52 titik, kemudian disusul dengan Kabupaten Rokan Hilir yang mencapai 44 titik.

Titik api juga terdeteksi NOAA berada di Kabupaten Bengkalis yakni 27 titik, Siak (23), Indragiri Hulu (21), Indragiri Hilir (19), Kampar (13), Rokan Hulu (11), Kuantansingingi (10), Dumai (6) dan di Kabupaten Meranti terdeteksi hanya satu titik api.

Ardhitama mengatakan, pertumbuhan titik api di wilayah Sumatra khususnya Riau dipredikasi akan terus mengalami peningkatan signifikan.

"Memang, dalam beberapa pekan terakhir titik api terdeteksi satelit cenderung fluktuatif jumlahnya. Terkadang bertambah atau terkadang juga menurun," katanya.

(KR-FZR)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga