Sabtu, 23 Agustus 2014

Pemerintah optimis swasembada daging 2014

Rabu, 20 Juni 2012 18:32 WIB | 3.906 Views
Pemerintah optimis swasembada daging 2014
Daging sapi (ANTARA/M Agung Rajasa)
Sumenep (ANTARA News) - Kementerian Pertanian optimistis swasembada daging bisa terealisasi pada 2014, dengan kemungkinan masih impor daging di bawah 10 persen dari kebutuhan daging nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro, di Sumenep, Rabu, menjelaskan populasi sapi potong dan kerbau di Indonesia sangat memungkinkan untuk mewujudkan swasembada daging pada 2014.

"Kalau pun akan ada kebijakan impor daging pada 2014, kami yakin jumlahnya di bawah 10 persen dari kebutuhan daging secara nasional. Sebuah negara yang melakukan impor komoditas tertentu di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional sudah bisa dikatakan berswasembada atas komoditas tersebut," katanya di Sumenep.

Syukur Iwantoro berada di Sumenep dalam rangka membuka dialog pengembangan usaha peternakan di Pulau Madura.

"Pada tahun 2011 Kementerian Pertanian melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan sapi potong dan kerbau guna mengetahui jumlah riil populasi sapi potong dan kerbau di Indonesia. Hasilnya, jumlah sapi potong sebanyak 14,8 juta ekor dan 1,9 juta ekor kerbau," ujarnya.

Dari 14,8 juta ekor sapi itu, kata dia, sebanyak tiga juta ekor yang dinilai layak potong dan berpotensi menghasilkan daging konsumsi sebanyak 399 ribu ton pada tahun ini.

"Sementara itu, kebutuhan daging secara nasional pada tahun ini diperkirakan sebanyak 484 ribu ton daging. Sehingga, ada kekurangan daging yang harus ditutupi dengan cara impor sebanyak 85 ribu ton yang berarti kekurangannya sekitar 17 persen dari kebutuhan ," ucapnya.

Ia mengatakan kebijakan impor untuk menutupi kekurangan daging pada tahun ini dilakukan dengan dua cara, yakni impor daging beku sebanyak 34 ribu ton dan sapi bakalan sebanyak 283 ribu ekor.

"Ada penurunan yang cukup signifikan antara kuota impor daging pada tahun ini dengan 2011. Pada 2011 lalu, impor daging beku mencapai 110 ribu ton dan sapi bakalan sebanyak 500 ribu ekor," paparnya.

Syukur juga mengemukakan pihaknya memperkirakan kuota impor daging pada 2013 mendatang sekitar 13 persen dari kebutuhan daging secara nasional.

"Kemudian pada 2014, kami menargetkan impor daging di bawah 10 persen. Bahkan, kalau bisa, tidak impor daging. Oleh karena itu, program pemberdayaan bagi peternak merupakan sebuah keharusan demi terwujudnya swasembada daging pada 2014," katanya.
(ANT-DYT)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga