Jumat, 24 Oktober 2014

Polisi sebar foto pelaku kerusuhan Batam

| 4.489 Views
id bentrokan batam, bentrokan antarkelompok, hotel planet holiday, batam, pelaku, tony fernando
Batam (ANTARA News) - Polda Kepulauan Riau menyebar foto Tony Fernando, salah seorang pelaku kerusuhan di Planet Holiday Hotel Batam, Senin sore (18/6/12).

"Tony Fernando masuk daftar pencarian orang (DPO). Kami telah menyebar fotonya ke sejumlah tempat di Batam," kata Kebid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) AKBP Hartono di Batam, Rabu.

Hartono mengatakan, Tony Fernando merupakan pimpinan satu kelompok yang terlibat kerusuhan di Planet Holiday Hotel Batam, kawasan niaga Jodoh dan fotonya sudah dipampang di sejumlah tempat strategis di Batam.

"Dengan menyebarkan foto tersebut, kami berharap ia segera tertangkap agar kasus ini segera bisa diselesaikan," kata dia.

Ia mengatakan, Tony termasuk dalam 11 orang yang telah kami tetapkan sebagai tersangka dalam kerusuhan yang mengakibatkan satu orang meninggal dan belasan lainnya luka tersebut.

"Sepuluh tersangka lainnya, telah berada di Polresta Batam Rempang Galang (Barelang), hanya Tony saja yang buron," kata Hartono.

Hartono mengatakan, saat ini polisi masih terus memintai keterangan pada 28 orang yang telah diamankan untuk mengungkap kerusuhan tersebut. Ia menyatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

"Penyidikan terus dilakukan. Hingga saat ini memang baru 11 tersangka ditetapkan, Namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain," kata dia.

Sementara itu, polisi juga telah memeriksa Basri yang diduga merupakan pimpinan kelompok lain dalam kerusuhan tersebut.

"Ya, Basri yang merupakan pimpinan kelompok lain sudah kami periksa. Statusnya hingga saat ini masih terperiksa," kata Hartono.

Aparat Kepolisian Polresta Barelang bersama TNI dan satuan Polisi Pamong Praja, Rabu, memeriksa penumpang Kapal Pelni KM Kelud setibanya di Batam mengantisipasi kerusuhan susulan.

Para penumpang diperiksa isi tas dan identitasnya untuk mengantisipasi adanya kelompok tertentu yang bertujuan mengacaukan kondisi keamanan Batam pascakerusuhan yang menyebabkan seorang tewas.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga