Jumat, 31 Oktober 2014

Suu Kyi terima gelar doktor kehormatan di Inggris

| 2.481 Views
id Aung San Suu Kyi, gelar kehormatan dari Universitas Oxford, rektor universitas oxford Chriss patten
Suu Kyi terima gelar doktor kehormatan di Inggris
Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sebuah acara diskusi di London School of Economics di London, Inggris, Selasa (19/6). Aung San Suu Kyi kembali menginjakkan kaki di tanah Eropa untuk pertama kalinya sejak 1988, saat ia meninggalkan keluarganya di Inggris dan mendorongnya untuk berjuang melawan kediktatoran Myanmar, yang sebagian besar ia lakukan dari dalam rumahnya. (REUTERS/Suzanne Plunkett)
Mengenakan baju panjang tradisional dibalut oleh jubah akademi, dan bunga di rambutnya, Suu Kyi tersenyum ketika dia mendapat kehormatan di Theatre Sheldinian yang dibangun abad ke17."
Oxford, Inggris (ANTARA News) - Aung San Suu Kyi memperoleh gelar doktor kehormatan dari Universitas Oxford Rabu, di kota tempat ia pernah belajar dan mengasuh keluarganya yang kemudian ia tinggalkan.

Pemimpin demokrasi Myanmar itu diberikan gelar doktor kehormatan dana hukum sipil dari lembaga pendidikan yang terkenal itu empat ia pernah belajar ilmu politik, filosofi dan ekonomi pertengahan tahun 1960-an.

Mengenakan baju panjang tradisional dibalut oleh jubah akademi, dan bunga di rambutnya, Suu Kyi tersenyum ketika dia mendapat kehormatan di Theatre Sheldinian yang dibangun abad ke17.

Rektor Universitas itu Chris Patten, mantan gubernur Hong Kong, menyerahkan kepada dia satu gulungan dokumen sementara sekitar 100pengajar yang berjubah dan mahasiswa bertepuk tangan bersama dengan para penerima lainnya doktor kehormatan termasuk novelis John le Carre.

Patten dalam bahasa Latin dikutip AFP mengatakan: "Pejuangan yang tanpa lelah bagi kebebasan , yang memberikan rakyat anda dan seluruh dunia satu contoh keberanian dan daya tahan, Saya atas nama wewenang saya sendiri dan universitas seluruhnya mengaku perjuangan anda dan memberikan penghargaan doktor kehormatan hukum sipil kepada anda."

Suu Kyi menyampaikan pidato setelah acara penyerahan itu. Menerima gelar doktor kehormatan adalah salah satu dari acara dalam kunjungan sepekannya di Inggris, bagian dari lawatan pertamanya ke Eropa sejak tahun 1988.

Pada Kamis ia akan berpidato di parlemen Inggris-- satu kerhormatan yang jarang diberikan. Hanya empat pembesar luar negeri berpidato di parlemen itu sejak Perang Dunia II.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi BBC Rabu, ia mengonfirmasikan keinginannya untuk memimpin rakyat Myanmar "jika saya dapat memimpin mereka pada dalam jalan yang benar".

Dia menolak pernyataan bahwa pembebasannya dari lebih dari 20 tahun ditahan termasuk tahanan rumah tahun 2010 adalah satu "tipu muslihat rahasia" yang bertujuan untuk dapat mencabut sanksi-sanksi terhadap negara itu.

Dia juga mempringatkan perusahaa-perusahaan asing segera menanam modal di Myanmar karena pemerintah sipil yang didukung militer mulai melaksanakan reformasi yang mereka awasi dengan ketat.

Kunjungan di Inggris dibayangi oleh oleh aksi kekerasan yang berlanjut di Myanmar barat di mana puluhan orang tewa dan sekitar 90.000 orang mengungsi akibat bentrokan antara warga Buddha dan kelompok Rohinya di negara bagian Rakhine.

Pada ulang tahunnya yang ke-67 Selasa, dia kembali ke Oxford, satu kota yang memiliki kenangan berat bersama suaminya akademikus Michael Aris yang meninggal akibat kanker tahun 1999. Suu Kyi tinggal di Oxford hampir dua dasa warsa, dan mengasuh anak-anaknya di sana.

(H-RN/C003)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga