Senin, 1 September 2014

Jakarta-Tangerang operasikan angkutan perbatasan terintegrasi

Rabu, 20 Juni 2012 20:21 WIB | 3.302 Views
Jakarta-Tangerang operasikan angkutan perbatasan terintegrasi
Ilustrasi. Pengoperasian Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway rute Kalideres-Poris Plawad ( FOTO ANTARA/Reza Fitriyanto)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Tangerang, Banten, meluncurkan pengoperasian Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway rute Kalideres-Poris Plawad untuk mengurangi kemacetan sekaligus sebagai solusi transportasi makro berbasis angkutan massal.

"Kerja sama transportasi di perbatasan itu mutlak dilakukan karena tingkat mobilitas sangat intensif," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat meresmikan APTB yang menghubungkan Terminal Kalideres,, Jakarta Barat, dan Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu.

Fauzi Bowo yang akrab dipanggil Foke mengatakan, tingkat mobilitas yang intensif harus direspons dengan baik melalui sistem transportasi terintegrasi dengan bekerja sama dengan wilayah perbatasan.

Agar pengoperasian APTB yang menargetkan komuter yang menggunakan kendaraan pribadi beralih ke APTB berjalan lancar, Fauzi Bowo menginginkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta meningkatkan layanannya kepada penumpang di masa mendatang. "Penumpang akan lebih meningkat karena kenyamanan, dan mari tingkatkan standar pelayanan minimum yang optimal," katanya.

Menurut Fauzi Bowo, Jakarta akan konsisten membangun sistem transportasi massal sehingga nantinya membentuk sistem transportasi makro yang terpadu untuk mengentaskan kemacetan.

Saat ini, kata Fauzi Bowo, pihaknya sedang mengkaji pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) dari timur ke barat yang dimulai dari Cikarang sampai Balaraja, Jawa Barat. "Mobilitas penduduk tidak bisa dibatasi pada wilayah administrasi," ujarnya.

Mobilitas penduduk yang melakukan perjalanan dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Tangerang ke Jakarta (komuter) mencapai 3.674.433 orang per hari. Rinciannya, jumlah komuter dari Tangerang sebanyak 1.158.486 orang, Bekasi 1.330.554 orang, serta Bogor dan Depok 1.185.403 orang per hari.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristiono mengatakan jumlah komuter dari Tangerang yang menggunakan sepeda motor sebanyak 591.646 orang atau 51 persen dari jumlah total komuter dari Tangerang tersebut. Kemudian, jumlah pengguna mobil pribadi 308.754 orang atau 27 persen dan pengguna angkutan umum (bus, kereta api dan lainnya) sebanyak 258.086 orang atau 22 persen.

"Pengoperasian APTB rute Kalideres-Poris Plawad diharapkan akan menekan penggunaan moda transportasi sepeda motor dan mobil pribadi beralih ke APTB," katanya.

Panjang lintasan APTB ini sepanjang 11,7 kilometer per jam dengan waktu tempuh 29 menit dan "round travel time" atau 2 kali waktu tempuh sebanyak 66 menit. Armada APTB ini sebanyak 10 bus dengan daya angkut 85 penumpang per unit. Dengan demikian, total kapasitas angkut armada APTB ini mencapai 25.574 orang per hari.

Udar mengestimasikan sekitar tujuh persen pengguna moda transportasi kendaraan pribadi akan beralih menggunakan APTB rute Kalideres-Poris Plawad ini. Rinciannya, pengguna sepeda motor sebesar satu persen atau 6.394 orang per hari dan pengguna mobil pribadi sebesar enam persen atau 191.80 orang per hari.

"Pengoperasian APTB ini berdampak positif terhadap pengrangan jumlah kendaraan yang akan masuk dan keluar wilayah DKI Jakarta sebesar 15.573 kendaraan per hari dengan rincian 4.918 sepeda motor dam 10.665 mobil," katanya.

Udar mengatakan target yang disasar APTB ini adalah pengguna kendaraan bermotor pribadi. Tiketnya menggunakan skema tiket terusan seharga Rp 6.500. Salah satu fasilitas yang tersedia adalah areal parkir (park& ride) di Terminal Poris Plowad berkapasitas 100 mobil.

Jakarta-Bogor

DKI Jakarta juga berencana mengembangkan APTB dari Bogor, Jawa Barat, ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta.

"Kami sedang kaji APTB dari Terminal Barangnangsiang, Bogor dan rutenya nanti akan melalui tol Jagorawi. Kami berupaya berkordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk bersama-sama membahasnya," kata Udar.

Berdasarkan data 2011, Pemprov DKI Jakarta mencatat penambahan kendaraan bermotor di Ibu Kota mencapai 2.150 unit per hari, terdiri dari 550 kendaraan roda empat dan 1.600 unit sepeda motor serta ditambah dengan 1,3 juta kendaraan komuter dari luar Jakarta. Sedangkan, pertambahan angkutan umum masih terbatas sehingga bila keadaan ini terus berlanjut Jakarta dikhawatirkan macet total pada 2014.

Udar mengatakan sasaran penumpang angkutan perbatasan ini adalah pengguna kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. "Jadi sopir angkutan umum tidak perlu khawatir karena sasaran kita memang pengguna kendaraan pribadi," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Jakarta sudah meresmikan APTB rute Jakarta-Bekasi, Jawa Barat, pada Maret 2012. APTB ini juga diproyeksikan untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi di Bekasi menggunakan APTB.

Pengoperasian APTB ini berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 103 Tahun 2007 tentang Pola Transportasi Makro.

(A023/N002)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca