Selasa, 2 September 2014

Pentagon: tiga kapal Rusia siap ke Suriah

Rabu, 20 Juni 2012 21:08 WIB | 3.900 Views
Pentagon: tiga kapal Rusia siap ke Suriah
Dua kapal Rusia yang dikirim ke Suriah. (guardian.co.uk)
Washington (ANTARA News) - Pentagon pada Selasa menyatakan, tentara Rusia menyiapkan pengiriman tiga kapal ke Suriah, tapi mencatat bahwa Moskow menyatakan itu untuk mengirim perbekalan dan anggota untuk sarana angkatan lautnya di pelabuhan Tartus di laut Tengah.

"Kami tidak memiliki tanda bahwa kapal dan barang itu dikirim ke Suriah untuk tujuan lain selain yang tentara Rusia akui," kata juru bicara Angkatan Laut Pantagon Kapten John Kirby.

"Warga Rusia di Suriah terancam dan mereka menyatakan pengiriman itu untuk perlindungan," katanya.

Kirby menyatakan, kapal itu berbeda dengan kapal barang di lepas pantai Inggris, yang menjadi berita utama pada Selasa. Kapal itu, diyakini membawa persenjataan Rusia ke Suriah, tampaknya kembali ke Rusia.

Kantor berita Rusia Interfax pada Senin melaporkan bahwa Rusia menyiapkan pengiriman marinir ke Suriah dalam kebutuhan melindungi anggota dan memindahkan peralatan dari sarana angkatan laut. Ia menyebut dua kapal besar pendarat. Demikian diberitakan AFP yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Rabu.

"Dua kapal utama amfibi -Nikolai Filchenkov dan Tsezar Kunikov- siap dikirim ke Tartus di luar jadwal mereka," kata kantor berita Rusia itu mengutip keterangan perwira yang enggan namanya disebutkan dari markas besar angkatan laut Rusia.

Kedua kapal itu akan membawa sekelompok besar marinir, tambah Interfax. Tidak ada kepastian resmi atas laporan tersebut dari angkatan laut atau kementerian pertahanan. Tsezar Kunikov dapat membawa 150 tentara pendarat dan berbagai persenjataan, termasuk tank, sementara Nikolai Filchenkov Nikolai dapat membawa hingga 1.500 ton barang dan peralatan, kata laporan itu.

Interfax menyatakan kapal itu dapat digunakan untuk mengungsikan warga negara Rusia.

"Awak Nikolai Filchenkov dan Tsezar Kunikov serta kapal penyelamat SB-15 bersama marinir di kapal itu mampu menjamin keamanan warga negara Rusia dan mengungsikan sebagian sarana pangkalan pendukung perbekalan tersebut jika perlu," kata Interfax mengutip keterangan sumber.

Kemelut berkepanjangan antara pemerintah dengan lawan di Suriah tidak menunjukkan tanda mereda. Lawan menuntut pengerahan pasukan bersenjata penjaga perdamaian PBB setelah pengamat menghentikan pekerjaan mereka akibat pertumpahan darah.

Rusia dan Cina sekutunya sebelumnya di Dewan Keamanan PBB menghentikan upaya mengutuk Damaskus dan melindungi pemerintah Assad dari tekanan lebih lanjut di tengah tuduhan bahwa Moskow mengirimkan senjata ke Damaskus.

Suriah adalah pijakan terkuat Moskow di Timur Tengah, membeli senjata dari Rusia senilai miliaran dolar Amerika Serikat dan menjadi tuan rumah satu-satunya pelabuhan tetap air hangat angkatan laut Rusia di luar bekas Uni Soviet.

Tapi, Rusia menghadapi kecaman Barat atas pasokan senjatanya ke Suriah, tempat Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan pasukan pemerintah menewaskan lebih dari 10.000 orang dalam penumpasan pemberontakan.

(Z002)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca