Jakarta (ANTARA News) - Pelaksanaan layanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement) telah mampu mendorong keterbukaan dan penghematan anggaran untuk pengumuman lelang, serta membuat para pelaksana lelang dapat tidur nyenyak.

"Dari sisi pengumuman saja sudah bisa menghemat Rp10 miliar," kata Direktur Monitoring dan Evaluasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Dr Riad Horem, MEng pada kegiatan launching dan sosialisasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) di Musi Rawas, Rabu.

Dalam keterangan tertulisnya, Riad mengatakan, hingga bulan Juni 2012 tercatat sebanyak 424 institusi pemerintah yang menerapkan system "e-procurement" di Indonesia, dengan keseluruhan nilai proyek Rp127,5 triliun. Target LKPP tahun 2012 adalah 500 institusi menerapkan sistem yang sama, atau sekitar 85 persen.

"E-Procurement memberikan kesempatan masyarakat luas, untuk mengetahui proses pengadaan. Selain itu, jika system ini berjalan, panitia lelang juga bisa tidur nyenyak," katanya.

Sementara itu, Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti, melalui Sekda Musi Rawas Raidusyahri, mengatakan pemanfaatan e-procurement selain sangat mudah juga murah, sehingga diharapkan jajaran pemkab dapat mendukung kegiatan itu.

"Seluruh SKPD diharapkan dapat memanfaatkan sarana ini semaksimal mungkin menghindari praktik-praktik KKN, demikian juga personal di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Musi Rawas dapat menjalankan tugasnya dengan baik," katanya. (*)