Senin, 20 Oktober 2014

Hasil penyelidikan rekomendasi hukuman pembakar Al Quran

| 3.597 Views
id pembakar alquran, tentara as di afghanistan, as-afghanistan
Washington (ANTARA News) - Penyelidikan tentara Amerika Serikat merekomendasikan hukuman disiplin terhadap tujuh tentara atas peran mereka dalam pembakaran Al Quran di pangkalan di Afghanistan, kata pejabat negara adidaya itu pada Selasa.

Belum ada keputusan akhir atas temuan penyelidikan itu, yang memeriksa pembakaran kitab suci umat Islam Al Quran di pangkalan udara Amerika Serikat pada Februari, yang memicu kerusuhan mematikan, kata pejabat, yang berbicara dengan syarat tak dikenali.

Penyelidikan itu menyeru hukuman administratif, tapi tidak ada tuduhan pidana pada hingga enam tentara Angkatan Darat dan satu anggota Angkatan Laut tersebut, kata pejabat itu kepada kantor berita Prancis AFP.

Angkatan Darat Amerika Serikat memastikan penyelidikan atas kejadian itu selesai, tapi tidak merinci tentang hukuman disiplin usulan tersebut.

"Penyelidikan itu selesai dan menunggu tinjauan," kata juru bicara George Wright.

Pembakaran Al Quran itu memicu berhari-hari unjuk rasa keras benci Amerika Serikat, yang menewaskan sekitar 40 orang, menjerumuskan hubungan pasukan asing dengan timpalan Afghanistan mereka hingga titik terendah dan memaksa Presiden Barack Obama minta maaf.

Gerilyawan Taliban berusaha memanfaatkan kejadian itu dan menyeru warga Afghanistan membunuh tentara asing sebagai balas dendam.

Taliban menyatakan berada di balik penembak-matian dua penasihat Amerika Serikat, yang tewas di dalam kementerian dalam negeri Afghanistan sesudah kejadian tersebut.

Panglima Amerika Serikat mengeluarkan sejumlah permintaan maaf atas Alquran tersebut dan bersikeras bahwa itu kecelakaan, tapi rincian peristiwa itu terjadi tetap tidak jelas sambil menunggu hasil penyelidikan tersebut.

Dari yang mungkin dihukum, tidak jelas jumlah perwira dan tamtamanya.

Sesudah kejadian itu, beberapa pejabat Amerika Serikat menyatakan secara pribadi bahwa tentara memindahkan Alquran dari penjara kelolaan Amerika Serikat di Bagram karena tahanan diduga menggunakan kitab suci itu untuk menyampaikan pesan satu sama lain.

Tapi, tuduhan itu belum secara resmi dipastikan.

Pejabat Amerika Serikat menyatakan hubungan dengan Kabul membaik sejak kejadian itu dan kedua pemerintah menandatangani perjanjian kemitraan untuk membuka pintu bagi kehadiran jangka panjang tentara negara adidaya tersebut setelah 2014, sesudah sebagian besar pasukan tempur Amerika Serikat dan NATO mundur.

Afghanistan adalah negara sangat religius, tempat penghinaan terhadap Islam sering memicu unjuk rasa keras dan warga Afghanistan marah karena tentara Barat sangat tidak peka, 10 tahun setelah serbuan pimpinan Amerika Serikat menggulingkan Taliban pada 2001.

Pendeta radikal Kristen di negara bagian Florida, Amerika Serikat, memicu kecaman di Afghanistan dan tempat lain di dunia Islam ketika pada 2010 mengancam salinan Alquran pada hari peringatan serangan 11 September di New York dan Washington.

Pendeta itu, Terry Jones, mewujudkan niatnya dan membakar satu salinan kitab suci tersebut pada Maret 2011.

Pada Mei 2008, ribuan orang berunjuk rasa di Afghanistan atas penodaan Al Quran oleh tentara Amerika Serikat di Irak, yang menggunakan salinan kitab suci umat Islam itu sebagai sasaran tembak.
(B002/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga