Jumat, 31 Oktober 2014

Gubernur: Isra` Mikraj mengandung makna misi sosial

| 2.079 Views
id isra mikraj, makna sosial
Banda Aceh (ANTARA News) - Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A Karim mengatakan, peristiwa Isra` Mikraj yang dijalani Nabi Muhammad SWA itu tidak hanya mengandung misi tauhid, tetapi juga sosial.

"Misi sosial yang dikandung dalam perjalanan Isra` dan Mikraj Nabi Muhammad SAW itu adalah adanya kewajiban shalat sebagai wahana komunikasi spritul manusia dengan Allah SWT," katanya di Banda Aceh, Rabu malam.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Provinsi Aceh Teuku Setia Budi, penjabat gubernur menjelaskan bahwa Isra` dan Mikraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam ajaran Islam.

Sementara misi tauhid dalam Isra` dan Mikraj itu dimaknai juga dengan keyakinan bahwa yang dilaksanakan Nabi Muhammad SAW berupa perjalanan suci dari Masjidil Haram ke Masjidl Aqsa serta ke "Sidhratul muntaha" dinyatakan sebagai kebenaran ajaran Islam.

Penempatan shalat sebagai misi sosial, kata Tarmizi Karim, dalam peristiwa Isra` dan Mikraj berdasarkan salah satu hadis Nabi Muhammad SAW bahwa shalat itu adalah Mikrajnya kaum Muslimin.

"Pemahaman komprehensif terhadap makna hadist tersebut akan melahirkan sikap terbuka dan dialogis yang kontinyu antara makhluk dengan sang Khalik," katanya menambahkan.

Bahkan, kata dia menjelaskan, dialog yang diwujudkan melalui bahasa shalat sarat dengan pesan-pesan kedamaian, keselamatan, kesejahteraan tidak hanya dalam arti lahiriyah tetapi juga bathiniyah.

Sementara misi sosial dalam konteks shalat itu juga bermakna bahwa sikap saling membantu, memaafkan, serta menasihati sesama manusia merupakan pencaran nilai shalat yang lahir dari jiwa yang suci, kata Tarmizi A Karim. (A042/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca