Senin, 22 Desember 2014

Pasukan Yaman gagalkan serangan terhadap kedubes

| 2.934 Views
id pasukan yaman, militan al qaida, teror kedubes
Sanaa (ANTARA News) - Pasukan keamanan Yaman menggagalkan rencana militan untuk menyerang kedutaan-kedutaan besar di Sanaa, kata kantor berita negara itu, Rabu, beberapa hari setelah militer mengusir gerilyawan Al Qaida dari pangkalan-pangkalan mereka di wilayah selatan.

"Pasukan keamanan berhasil menggagalkan rencana teror untuk menyerang kedutaan besar asing di ibu kota," kata SABA mengutip seorang pejabat tinggi keamanan.

Pejabat itu mengatakan, "tiga tersangka yang membawa senjata, peledak dan peta yang menunjukkan lokasi kedutaan-kedutaan besar asing" ditangkap.

Tempat kediaman sejumlah komandan militer dan orang-orang penting lain juga ditandai dalam peta itu, katanya.

Sementara itu, seorang kepala suku mengatakan, tiga tersangka militan tewas dan empat orang cedera dalam serangan udara yang ditujukan pada sekelompok gerilyawan Al Qaida di sebuah kawasan gurun antara provinsi-provinsi Abyan dan Shabwa.

Sejumlah pejabat keamanan juga mengatakan, pemimpin lokal Al Qaida di provinsi Bayda, Salah al-Jawhari, yang juga dikenal sebagai "teroris berbahaya", tewas dalam operasi militer bersama dua pembom bunuh diri yang merencanakan serangan terhadap tokoh-tokoh daerah.

Laporan-laporan itu tersiar dua hari setelah serangan bom bunuh diri menewaskan Salem Ali Qoton, jendral yang memimpin ofensif terhadap Al Qaida di provinsi-provinsi Abyan dan Shabwa di Yaman selatan.

Ofensif pasukan Yaman yang diluncurkan bulan lalu berhasil menghalau militan Al Qaida dari sejumlah kota dan desa di wilayah selatan dan timur yang selama lebih dari setahun mereka kuasai.

Sejak ofensif militer dimulai pada 12 Mei, ratusan anggota Al Qaida, prajurit, militan lokal pro-militer dan warga sipil tewas.

Ofensif itu didukung oleh pesawat tak berawak AS yang pada hari itu melancarkan dua serangan udara di Yaman timur yang menewaskan 11 terduga anggota Al Qaida.

Pada 6 Mei, serangan udara AS di Yaman timur menewaskan pemimpin Al Qaida Yaman Fahd al-Quso, yang diburu dalam kaitan dengan pemboman mematikan terhadap kapal USS Cole pada 2000.

Serangan pada Oktober 2000 terhadap USS Cole, kapal perusak Angkatan Laut AS, di pelabuhan Aden, Yaman, menewaskan 17 pelaut dan mencederai 40 orang.

Quso tewas dalam serangan dua rudal di dekat rumahnya di Rafadh, sebelah timur Ataq, ibu kota provinsi Shabwa.

Menurut laporan-laporan, pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan sekitar sepuluh serangan udara di Yaman dalam empat bulan terakhir.

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) meminta izin untuk melancarkan serangan lebih lanjut pesawat tak berawak di Yaman, meski ada risiko korban mungkin bukan teroris, kata Washington Post pada April.

AS tidak pernah secara resmi mengakui penggunaan pesawat tak berawak terhadap Al Qaida di Yaman, yang dianggap sebagai cabang paling aktif dan mematikan dari jaringan teror global itu dan menjadi pusat perang melawan teror.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).

AS ingin presiden baru Yaman, yang berkuasa setelah protes terhadap pendahulunya membuat militer negara itu terpecah menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, menyatukan angkatan bersenjata dan menggunakan mereka untuk memerangi kelompok militan itu.

Militan melancarkan gelombang serangan sejak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada Februari menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, yang telah berjanji menumpas Al Qaida.

Pada Maret, 185 prajurit tewas dalam serangan besar Al Qaida terhadap sebuah kamp militer di dekat Zinjibar, ibu kota provinsi Abyan. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga