Kamis, 28 Agustus 2014

Islam tidak melarang berkesenian

Kamis, 21 Juni 2012 01:00 WIB | 2.565 Views
Banda Aceh (ANTARA News) - Ajaran Islam tidak melarang berkesenian sepanjang tidak membawa ke hal-hal yang menjurus kepada perbuatan maksiat, kata pendakwah Ustad H Irfan Yusuf.

"Islam mencintai seni sepanjang seni itu tidak membawa maksiat," katanya di hadapan ribuan warga yang mengikuti peringatan Israj dan Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh, Rabu malam.

Yang dilarang dalam ajaran Islam, tegasnya, seni yang justru dapat mengundang kemaksiatan seperti goyangan tubuh dengan pakaian senimannya jelas memperlihatkan bentuk tubuh wanita.

Rangkaian peringatan Israj Mikraj Nabi Muhammad SAW juga menampilkan seniman Aceh "Rafli Kande" yang membawakan lagu-lagu mengandung pesan moral dan agama dalam lantunan lagu daerah (Aceh).

"Patut kita berikan apresiasi bahwa lagu-lagu yang dilantunkan grup musik `Rafli Kande` dalam bahasa Aceh itu mengandung pesan moral dan mendidik, dan itu merupakan bahagian dari seni yang tidak dilarang dalam Islam," katanya.

Dipihak lain, ustad Irfan Yusuf dalam ceramahnya mengatakan bahwa Allah SWT tidak melihat hamba-Nya dari harta kekayaan, kecantikan dan ketampanan seseorang, tetapi dari hati dan ketaqwaannya.

"Karenanya, barang siapa yang ingin ketemu dengan Allah SWT pada hari akhirat maka bersihkan hati. Itu juga salah satu makna yang dapat disimpulkan di balik Israj dan Mikraj Nabi Muhammad SAW," kata dia menjelaskan.

Selain itu, dalam konteks sebuah negara maka pembangunan fisik yang dilaksanakan pemerintah juga tidak ada arti dan manfaatnya jika hati masyarakatnya tidak bersih, katanya menambahkan.

Irfan juga menyatakan optimistis bahwa Aceh akan terus aman dan kondusif hingga masa mendatang, khususnya di bawah kepemimpinan pemerintahan yang baru hasil pilkada 9 April 2012.

"Saya optimistis Aceh terus aman dimasa mendatang. Terpilihnya gubernur dan wakil gubernur pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Aceh," ujar ustad asal Kota Medan Provinsi Sumatera Utara itu. (A042/M009)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca