Sabtu, 25 Oktober 2014

Bappenas : satu persen pertumbuhan serap 350 ribu pekerja

| 809 Views
id bappenas, MP3EI, pekerja anak, jumlah pekerja anak
Bappenas : satu persen pertumbuhan serap 350 ribu pekerja
Armida S. Alisjahbana (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan pada tahun 2013 diproyeksikan bahwa setiap 1,0 persen pertumbuhan ekonmi diharapkan mampu menyerap 350.000 tenaga kerja.

"Dalam RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2013 itu dituliskan, employment elasticity 350.000 orang per satu persen pertumbuhan ekonomi, tentunya employment elasticity sudah memperhitungkan perlambatan global yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia," kata Armida di gedung Bappenas Jakarta, Rabu.

Armida mengakui, proyeksi employment elasticity 2013 lebih rendah dibandingkan pada 2011 dan 2012. Pada 2011 dan 2012, pemerintah menargetkan setiap 1,0 persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap 400.000--450.000 tenaga kerja.

"Karena pengaruh ekonomi global, pemerintah harus memotong proyeksi penyerapan tenaga kerja," jelasnya.

Ditambahkannya, saat ekspor melambat, pertumbuhan ekonomi akan tetap mengupayakan penciptaan kesempatan kerja yang fokus pada penguatan perekonomian domestik dan investasi. Selain itu, pengeluaran pemerintah diharapkan dapat mendorong perekonomian walaupun memiliki ruang fiskal yang terbatas.

Dalam RKP 2013, pemerintah juga mencantumkan target angka pengangguran sebesar 5,8 persen hingga 6,1 persen. Angka ini lebih rendah dari target APBN-P 2012 yang ditetapkan 6,4 persen hingga 6,6 persen terhadap total angkatan kerja.

Sebelumnya, Deputi Menteri PPN Bidang Ekonomi Prasetijono Widjojo mengatakan pada 2013 pemerintah mengupayakan terciptanya 2,7 juta lapangan kerja baru.

"Terkait dengan kesempatan kerja, khususnya tenaga kerja muda, Pemerintah pada tahun 2013 mengupayakan terciptanya 2,5--2,7 juta lapangan kerja baru sehingga jumlah pengangguran diharapkan turun menjadi 7,2--7,4 juta orang," kata Prasetijono.
(ANTARA)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga