Selasa, 2 September 2014

Indonesia ajak G20 kelola perdagangan pangan dan energi

Kamis, 21 Juni 2012 10:04 WIB | 2.055 Views
Indonesia ajak G20 kelola perdagangan pangan dan energi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato dalam Business 20 Summit (B20), rangkaian kegiatan KTT G20 di Los Cabos, Mexico.(Setpres/Abror)
Los Cabos (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia mengajak negara-negara anggota Kelompok Ekonomi 20 (G20) untuk bersama-sama mengelola sistem perdagangan pangan dan energi untuk menjamin ketahanan kedua komoditas itu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan ajakan itu pada Pertemuan Puncak G20 hari kedua di Los Cabos, Meksiko, Selasa malam waktu setempat atau Rabu WIB.

"Yang mengganggu kita sekarang adalah trading system, market system di bidang food and energy yang sering penuh dengan distorsi, tidak transparan, juga tidak fair, tidak stabil, sulit diprediksi atau unpredictable," kata Presiden.

Hal itu, menurut Presiden, tidak boleh dibiarkan. Negara-negara di dunia, "harus bersama-sama mengelola trading system, atau market yang seperti itu," katanya.

Ia mengatakan, jika permasalahan itu dibiarkan terus menerus maka yang pertama dan paling terpukul adalah negara berkembang.

Presiden kemudian mencontohkan gejolak harga pangan dan minyak yang sering terjadi beberapa waktu terakhir dan mengakibatkan tekanan yang berat pada negara berkembang.

"Naik nya harga pangan dan minyak...mengakibatkan kemiskinan dan memunculkan masalah sosial dan juga mengganggu pertumbuhan," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, semua harus memperhatikan pasokan dan permintaan pangan dan energi global.

"Kalau bicara supply, harus bersama-sama kita tingkatkan. Semua yang punya kemampuan dan kapasitas untuk itu diperlukan kerjasama dalam research development dan juga joint investment," katanya.

(G003)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga