Sabtu, 2 Agustus 2014

Labuhan Ageng Merapi berlangsung khidmat

Kamis, 21 Juni 2012 10:59 WIB | 2.248 Views
Sleman (ANTARA News) - Upacara adat ritual Labuhan Ageng Merapi Gunung Tahun Be 1945, Kamis pagi, berjalan khidmat di area Hutan Bedengan, Bukit Srimanganti yang tandus akibat erupsi 2010.

Prosesi labuhan diawali dari hunian sementara korban Merapi di Plosokerep, Umbulharjo, Cangkringan, sekitar pukul 06.00 WIB berupa pemberangkatan "uba rampe" yang sebelumnya telah diserahkan pihak Keraton Ngayogyakarto, Hadiningrat, Kepada Juru Kunci Gunung Merapi Mas Lurah Surakso Sihono.

Juru Kunci Merapi memimpin langsung ritual labuhan Gunung Merapi setelah sebelumnya menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 1,5 kilometer dari bekas rumah mantan Juru Kunci Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Ritual labuhan dimulai dengan mengeluarkan "uba rampe" (perlengkapan dan benda yang akan di labuh) satu persatu dan digelar di atas altar labuhan.

Prosesi labuhan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin pemuka agama dari wilayah setempat.

"Alhamdulillah, labuhan ini dapat berjalan lancar, memang labuhan ini seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Mas Lurah Surakso Sihono.

Labuhan Merapi setelah erupsi ini diikuti ribuan masyarakat dan wisatawan sehingga pengamanan dari petugas juga cukup ketat.

Barang-barang yang dilabuh dalam Labuhan Merapi ini ialah barang kesukaan Sultan Hamengku Buwono X, antara lain Sinjang Cangkring, Sinjang Kawung, Dhestar Dara Muluk, Semekan Gadung Mlati dan Semekan Bangun Tulak. Masing-masing 1 lembar kain.

Selain itu, ada juga seswangen atau semacam rokok wangi sebanyak 10 biji, harapannya karena Sultan sudah merelakan barang yang dicintainya sehingga Tuhan bisa memberikan keselamatan bagi rakyat DIY dan sekitarnya.
(V001/N002)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga