Kamis, 2 Oktober 2014

Ekonomi hijau jadi agenda KTT Rio+20

Kamis, 21 Juni 2012 11:34 WIB | 7.524 Views
Ekonomi hijau jadi agenda KTT Rio+20
KTT Rio+20 2012 (istimewa)
Konferensi ini juga akan melakukan pembahasan kerangka kerja aksi dan tindak lanjut.
Jakarta (ANTARA News) - Ekonomi hijau dan kelembagaan pembangunan berkelanjutan menjadi dua agenda pembahasan Konferensi Tingkat Tinggi Berkelanjutan atau "Rio+20" yang diadakan di Rio de Janeiro, Brazil, tanggal 20--22 Juni 2012.

"Selain itu Konferensi ini juga akan melakukan pembahasan kerangka kerja aksi dan tindak lanjut," kata Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Perekonomian dan Pembangunan Berkelanjutan, Dana A Kartakusuma dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Untuk menyiapkan bahan bagi para kepala negara dan kepala pemerintah, telah dilakukan rangkaian pertemuan untuk menyusun draft dokumen yang dinamakan "The Future We Want" yang akan diadopsi pada KTT itu.

"Third Preparatory Committee Meeting United Nations Conference on Sustainability Development (UNCSD) 2012" (PrepCom III) telah dilaksanakan pada tanggal 13--15 Juni 2012 di Riocentro Convention Center, Rio de Janeiro.

Pembahasan pada PrepCom III secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua isu besar yaitu mengenai "framework for action dan means of implementation" (termasuk tujuan pembangunan berkelanjutan/SDGs) dan mengenai bagian "our common vision, renewing political commitment, green economy in the context of sustainable development and poverty eradication, dan institutional framework for sustainable development" (IFSD).

Pada masa akhir PrepCom III, pembahasan masih menyisakan banyak paragraf yang belum disepakati. Berdasarkan hal tersebut, maka Brazil, sebagai Presiden KTT, melanjutkan proses pembahasan melalui pre-conference consultation, pada tanggal 16--19 Juni 2012 guna menghasilkan kesepakatan.

Proses konsultasi ini berujung pada tanggal 19 Juni 2012 dengan disepakatinya teks untuk dibawa pada tingkat kepala negara atau kepala pemerintah. Para delegasi menyikapi rumusan teks terakhir tersebut dengan rasa optimis maupun pesimis.

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya menegaskan hasil tersebut yang merupakan dokumen hasil yang optimal yang dapat dicapai dan menjadi bahan untuk diadopsi pada tingkat kepala negara, mungkin bukan yang terbaik tapi memberikan prospek yang cerah bagi tercapainya kesepakatan dalam upaya pelaksanaan pembangunan berkelanjutan pada berbagai tingkatan.

(A011)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga