Warsawa (ANTARA News) - Kepala wasit badan sepak bola Eropa (UEFA) Pierluigi Collina mengungkapkan usaha tendangan pemain Ukraina Marco Devic saat melawan Inggris di laga terakhir Grup D merupakan sebuah gol.

"Bola sudah melewati garis. Ini sangat merugikan," kata Collina pada sebuah konfrensi pers di Warsawa, satu hari setelah Inggris mengalahkan Ukraina 1-0 di Donetsk.

Collina menyebutkan ini adalah 'human error'. Namun Collina pun menyebutkan dua keputusan serupa selama Piala Eropa 2012 yakni saat pertandingan Jerman melawan Portugal dan Italia melawan Kroasia, sudah tepat.

"Sayangnya keputusan ketiga ini salah," tambah Collina.

Insiden yang terjadi di menit ke-62 ini merupakan hasil tendangan Devic yang tak mampu dihalau kiper Inggris Joe Hart, namun kemudian ditendang keluar gawang oleh pemain bertahan John Terry.

Tayangan ulang televisi menunjukkan bola telah melewati garis gawang namun wasit Viktor Kassai, berdasarkan pengamatan yang dilakukan asisten wasit yang menjaga garis, memutuskan itu bukan gol dan melanjutkan pertandingan.

Hasil 1-0 dengan keunggulan Inggris bertahan hingga akhir pertandingan, membawa The Three Lions lolos ke perempat final dan akan berhadapan dengan Italia.

Ukraina pun tereliminasi, walaupun sebenarnya hasil imbang belum cukup untuk membawa mereka ke babak selanjutnya. Keputusan Kassai disambut kecewa rakyat Ukraina.

"Hasil pertandingan itu menjadi kotor karena para petugas yang tak mengesahkan gol Ukraina. Dan itu terjadi dengan lima petugas lapangan, bahkan dua di antaranya bertugas melihat apakah bola telah melewati garis," tulis salah satu harian olahraga Ukraina di laman situsnya.

Insiden ini kemudian membuka kembali perdebatan mengenai pemakaian teknologi garis gawang setelah menambah panjang daftar insiden serupa, termasuk insiden gol Inggris pada Piala Dunia dua tahun lalu.

Presiden FIFA Sepp Blater pun mengungkapkan saat ini teknologi garis gawang bukan lagi menjadi alternatif, melainkan sebuah kebutuhan.

Ini berlawanan dengan pendapat Presiden UEFA Michel Platini yang beranggapan sistem lima petugas lapangan yang dipakai dalam Piala Eropa 2012 sudah cukup mencegah keputusan-keputusan kontroversial seperti ini.

"Ini adalah masalah yang saat ini kita hadapi. Satu keputusan negatif dalam tiga tahun Liga Champions, dua tahun Liga Eropa dan 24 pertandingan Piala Eropa. Saya akan senang hati menjawab tentang hal yang sama jika insiden kemarin tidak terjadi," ungkap Collina.

Collina membantah keputusan Kassai kemarin memengaruhi keseluruhan performa Kassai.

Collina pun menyebutkan selama penyisihan grup, para petugas lapangan memiliki persentase akurasi offside sebesar 95,7 persen, termasuk di dalamnya keputusan gol Jesus Navas yang memenangkan Spanyol atas Kroasia dan dua gol Cristiano Ronaldo saat melawan Belanda.

Namun gol Yunani saat melawan Ceko yang dianggap tidak sah juga dinilai Collina sebagai 'human error'.

Saat ini FIFA sedang menguji coba dua model teknologi garis gawang.

Pertama adalah HawkEye, teknologi asal Inggris, yang menggunakan berbagai macam kamera yang diletakkan di atap stadion untuk mengecek jalur lintasan bola.

Kedua adalah GoalRef, teknologi asal Jerman yang menggunakan sensor.
(Feb)