Kamis, 30 Oktober 2014

Jelang Piala Asia U-22, Stadion Utama Riau masih bermasalah

| 4.049 Views
id Piala Asia U-22, Stadion Utama Riau, grup E Piala Asia, Ketua Forum Komunikasi Sub-kontraktror Stadion Utama PON XVIII Riau, Hari Puas Diarso,
Jakarta (ANTARA News) - Menjelang digelarnya Piala Asia U-22, Stadion Utama PON Riau masih bermasalah terkait sisa penulasan pembayaran untuk 12 perusahaan subkontrator stadion tersebut.

"Kami mendukung pelaksanaan turnamen internasional Piala Asia U-22. Tapi hak kami juga seharusnya dipenuhi," tegas Ketua Forum Komunikasi Sub-kontraktror Stadion Utama PON XVIII Riau, Hari Puas Diarso, di Jakarta, Kamis.

Dia membantah pihaknya menghalangi pelaksanaan kualifikasi Grup E Piala Asia U-22 yang akan digelar 5-15 Juli mendatang itu.

"Kami memohon ada dialog soal ini. Kami sudah menunggu hampir delapan bulan. Karena kami harus membayar keringat para pekerja," katanya.

Forum Komunikasi Sub Kontraktror Stadion utama PON Riau mendesak pihak Konsorsium (KSO) yang terdiri dari tiga perusahaan pelat merah yakni, PT Pembangunan Perumah (PP) Persero, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya untuk segera melunasi hutangnya.

Ia menjelaskan, hutang Konsorsium kepada Subkon hampir Rp 35,7 miliar, kemudian diangsur setelah pertemuan pada tanggal 24 Mei 2012 sebesar Rp 8 miliar untuk 12 subkon yang dibagi secara proporsional sesuai tagihan mereka.

Sementara progres pekerjaan yang sudah diajukan Konsorsium kepada owner dalam hal ini Pemprov Riau melalui Dispora Riau sudah 98 persen.

"Tapi baru dibayar 82 persen (Rp 700 miliar) dari total proyek Rp 900 miliar lebih oleh Pemprov kepada Konsorsium. Sementara yang dibayar Konsorsium kepada subkon baru di bawah 50 persen. Seharusnya, begitu Konsorsium dibayar Pemprov, hutangnya kepada kami juga dibayar," tegasnya.

Sementara itu, PSSI Pusat dikabarkan melakukan peninjauan dalam persiapan Riau sebagai tuan rumah kualifikasi ini.

Pada penyisihan Piala Asia U-22, tuan rumah Indonesia berada di grup Grup E bersama, Jepang, Makau, Singapura, Timor Leste, dan Australia.

(ANT)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga