Sabtu, 30 Agustus 2014

Hal-hal yang meringankan hukuman Umar Patek

Kamis, 21 Juni 2012 21:42 WIB | 4.522 Views
Hal-hal yang meringankan hukuman Umar Patek
Sebelumnya jaksa menuntut majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama seumur hidup kepada Umar Patek atas keterlibatannya dalam sejumlah aksi terorisme.(ANTARA/M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA News) - Majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis malam menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 20 tahun dikurangi masa tahanan terhadap Hisyam bin Ali Zein alias Umar Patek setelah mempertimbangkan hal-hal yang dianggap meringankan hukumannya.

Dalam sidang pembacaan amar putusan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB sampai sekitar pukul 20.50 WIB itu, majelis hakim yang diketuai Encep Yuliardi menyatakan hal yang meringankan hukuman Umar Patek antara lain karena terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan sudah menyesali perbuatannya.

Terdakwa, menurut majelis hakim, juga sudah meminta maaf kepada korban, keluarga korban, pemerintah, dan masyarakat dunia serta masih punya tanggungan keluarga.

Selain itu, majelis juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan hukuman dalam membuat putusan, termasuk diantaranya bahwa perbuatan Umat Patek menimbulkan banyak korban jiwa dan penderitaan keluarga korban.

Tindakan pidana terorisme yang melibatkan Umar Patek juga meresahkan masyarakat dan berdampak pada stabilitas keamanan dan ekonomi negara.

Terdakwa, lanjut majelis, juga melarikan diri setelah peristiwa pemboman yang menewaskan 192 orang di Bali tahun 2002.

Umar Patek dinilai bersalah karena menyembunyikan informasi tentang terorisme, terlibat dalam pemboman beberapa gereja pada 2000 dan pemboman di Bali tahun 2002, ikut melakukan uji coba senjata di Banten dan latihan militer di Aceh, memiliki bahan peledak tanpa hak serta memalsukan dokumen.

Umar Patek tidak mengatakan apapun setelah majelis hakim selesai membacakan putusan. Dia langsung berjalan menuju meja tim penasehat hukumnya dan berdiskusi sebentar sebelum meninggalkan ruang sidang.

(nta)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga