Rabu, 22 Oktober 2014

Pertamina akuisisi 32 persen saham Petrodelta Venezuela

| 2.316 Views
id pertamina, pertamina akuisisi saham petrodelta, petrodelta venezuela, akuisisi saham
Pertamina akuisisi 32 persen saham Petrodelta Venezuela
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Akuisisi ini sejalan dengan strategi Pertamina mengembangkan bisnis hulu di luar negeri dan mendukung tujuan menjadi perusahaan energi kelas dunia
Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina (Persero) mengakuisisi 32 persen saham perusahaan migas asal Venezuela, Petrodelta SA.

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam siaran pers di Jakarta, Jumat mengatakan, saham tersebut dibeli dari perusahaan migas yang tercatat di Bursa Saham New York, Harvest Natural Resources Inc (HNR).

"Kami telah menandatangani share purchase agreement (SPA) dengan Harvest Natural Resources Inc untuk mengakuisisi kepemilikan efektif 32 persen saham Petrodelta," katanya.

Menurut dia, penyelesaian transaksi akuisisi akan dilakukan setelah terpenuhinya beberapa prasyarat (conditions precedent/CP) yaitu persetujuan dari pemegang saham Pertamina dan HNR, serta Pemerintah Venezuela.

Setelah akuisisi, komposisi saham Petrodelta menjadi 60 persen dimiliki Petrodelta are Corporacion Venezolana del Petroleo SA (CVP), anak perusahaan Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), 32 persen Pertamina, dan 8 persen Vinccler O&G Tech, perusahaan lokal Venezuela.

Karen berharap, akuisisi itu makin mempererat kerja sama dengan PDVSA yang merupakan perusahaan migas nasional milik Pemerintah Venezuela, dalam mempercepat pengembangan cadangan Petrodelta.

Petrodelta adalah operator dan pemegang hak konsesi dari pemerintah Venezuela hingga tahun 2027 untuk Lapangan Uracoa, Bombal, Tucupita, El Salto, El Inseno, dan Temblador, dengan total luas 1.000 km2.

Berdasarkan sertifikasi Ryder Scott tahun 2012 yang berpedoman dari US Securities and Exchange Commission, lapangan Petrodelta mengandung cadangan terbukti dan mungkin (proven & probable atau 2P) sekitar 486 juta barel setara minyak.

Kandungan cadangan hidrokarbon tersebut lebih besar dibandingkan Blok Cepu, yang merupakan penemuan terbesar di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

(K007/B008)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga