Sabtu, 1 November 2014

Menakertrans: 1.000 perusahaan siap tampung pemagang

| 4.584 Views
id lowongan pekerjaan, jumlah pemagang, menakertrans, muhaimin iskandar
Menakertrans: 1.000 perusahaan siap tampung pemagang
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar (ANTARA)
Pola pemagang berperan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan perusahaan atau lapangan pekerjaan,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan sebanyak 1.000 perusahaan dalam negeri siap menampung belasan ribu peserta magang dari berbagai daerah di Indonesia.

"Pola pemagang berperan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan perusahaan atau lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, pemagangan harus menjadi gerakan nasional untuk terus diselenggarakan dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan," kata Menakertrans dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.

Program pemagangan dinilai dapat menjadi salah satu solusi mengatasi pengangguran karena mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menambah wawasan pengetahuan dan ketrampilan kerja para pencari kerja sehingga mudah diserap pasar kerja.

Untuk mendukung terselenggaranya program pemagangan dalam negeri, Muhaimin mengaku telah bekerja sama dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi pengusaha APINDO untuk menggerakkan perusahaan-perusahaan anggota APINDO untuk menampung para pesera magang.

"Pemerintah mendorong agar perusahaan-perusahaan melaksanakan program pemagangan, karena manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh perusahaan. Mereka bisa menjamin ketersedian tenaga kerja baru yang bisa diambil dari peserta magang yang sedang belajar di perusahaannya," kata Muhaimin.

Menakertrans mengatakan peran pemagangan sangat penting, tidak semata-mata untuk peningkatan kualitas tenaga kerja, tetapi juga dapat mempermudah perusahaan-perusahaan dalam mencari tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kompetensi yang mereka butuhkan.

Manfaat program pemagangan itu disebutnya akan dapat dirasakan tiga pihak, yakni perusahaan, lembaga pelatihan, dan peserta pelatihan yaitu bagi perusahaan, dapat mengenal kualitas dan SDM yang dibutuhkan perusahaan sedangkan bagi pihak lembaga pelatihan dapat memberikan kepuasan karena lulusannya lebih terjamin memiliki bekal standar kompetensi yang memadai.

"Manfaat utama yang bakal dirasakan peserta program pemagangan di dalam dan luar negeri dapat mendorong untuk meningkatkan kompetensi kerja yang profesional pada tingkat lebih tinggi dalam persaingan SDM di era globalisasi ini," kata Muhaimin.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnakertrans Abdul Wahab Bangkona menambahkan program pemagangan sangat diminati terutama oleh para pencari kerja usia muda yang baru lulus dari pendidikan yang butuh pengalaman kerja.

"Program ini dapat mengembangkan keahlian kerja para tenaga kerja muda dan menumbuhkan dorongan kerja, karena pekerja dalam usia ini membutuhkan dukungan, serta arahan yang intensif agar dapat menjadi pekerja yang potensial," kata Wahab.

Ia menyebut jenis-jenis program pemagangan di perusahaan yang biasanya diminati peserta adalah otomotif, elektronika, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan serta dibidang pertanian atau jasa seperti hotel dan salon.

Berdasarkan data Kemnakertrans, pemagangan dalam negeri telah dilaksanakan melalui dekonsentrasi yang tersebar di 31 provinsi dan pada tahun 2011, peserta magang dalam negeri telah mencapai jumlah 16.853 orang yang tersebar magang di 867 perusahaan dengan jenis kejuruan sebanyak 153 buah.

Untuk pemagangan ke luar negeri, pada 2012 ditargetkan dapat menempatkan sebanyak 2.500 peserta magang ke Jepang di 50 perusahaan yang menyediakan 60 jenis kejuruan yang diprioritaskan untuk kejuruan di bidang industri, otomotif, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan.

Menurut Wahab, selain menjamin ketersediaan calon tenaga kerja formal, program pemagangan dapat menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri.

"Lulusan program magang dapat lebih memilih untuk membuka usaha sendiri secara mandiri atau berwirausaha, sesuai dengan bakat, kemampuan dan ilmu yang dipelajari selama magang di perusahaan dalam dan luar negeri," kata Wahab.
(A043/N002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga