Forum Pengprov gugat Djohar Arifin

Jumat, 22 Juni 2012 19:53 WIB | 2470 Views

Apabila dalam seminggu tidak dilakukan pembatalan, kami akan melakukan somasi terhadap Djohar Arifin."
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Forum Pengprov-pengprov PSSI (FPP) menggugat Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin yang kembali membuat keputusan kontroversial dan menyalahi aturan dengan rencana menggelar turnamen dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pada Oktober mendatang.

"Kami menggugat Djohar Arifin supaya membatalkan penandatangan kerja sama dengan Apkasi itu. Kami hanya melihat dari sudut sepak bola, bukan dari sudut yang lain-lain. Apabila dalam seminggu tidak dilakukan pembatalan, kami akan melakukan somasi terhadap Djohar Arifin," ujar Ketua FPP Dwi Irianto kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Dikatakan Dwi, penandatangani MoU antara PSSI dan Apkasi untuk menggelar turnamen antar-Kabupaten U-22 pada tiga hari yang lalu itu hanya akan membuat kondisi persepakbolaan semakin kacau dalam suasana adu domba karena di dalam tatanan persepakbolaan sudah dikenal ada pengurus cabang (pengcab) yang merupakan kepanjangan tangan pengurus PSSI di tingkat daerah.

"Ini jelas merupakan manuver lagi dari Djohar Arifin yang membuat semakin kisruh sepak bola kita. Sejak ada MoU dari FIFA dan AFC sebenarnya kami-kami dari 28 Pengprov yang bernaung di bawah FPP sudah "calling down" dan telah menyampaikan kondisinya kepada pemda-pemda setelah adanya MoU yang ditandatangani di Kuala Lumpur," ujarnya.

Jika kemudian Djohar Arifin membuat manuver baru, lanjutnya, hal itu jelas merupakan tindakan yang melanggar butir-butir poin dalam MoU FIFA/AFC dimana segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan organisasi sudah dialihkan kewenangannya kepada tim "Joint Committee".

Mengenai tuntutan somasi yang akan dilakukan, Dwi Irianto berjanji FPP akan melakukannya sampai tuntas mengingat Djohar Arifin sudah cukup banyak mengantongi somasi-somasi lainnya. Namun, tak pernah digubris.

Sebelumnya, somasi pernah dilakukan di antaranya dari para pemilik suara (voter) saat berkumpul di Hotel Pullman Jakarta pada tanggal 18 Desember lalu dan Asosiasi Pemain Sepak Bola Nasional Indonesia (APSNI).

"Ini memang merupakan manuver salah untuk kesekian kalinya dilakukan Djohar Arifin, bahkan jumlahnya sudah melebihi jumlah jari tangan kita. Kalau dalam tujuh hari penandatanganan MoU dengan Apkasi itu tidak dibatalkan, kami serius akan menggugatnya ke pengadilan," ujarnya.

Dwi Irianto mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan Djohar Arifin yang masih saja melakukan berbagai manuver yang menyalahi MoU dari FIFA/AFC tersebut bahwa berbagai kebijakan baru yang dikeluarkan harus sepengetahuan AFC/FIFA melalui "Joint Committee".

Di kalangan voter dan Pengprov sendiri, lanjut dia, mereka sudah cukup bersabar menunggu tindak lanjut dari tim "Joint Committee" dan kondisi anggota PSSI di daerah-daerah sudah cukup mereda setelah keputusan PSSI harus menggelar kongres pada tanggal 24 September mendatang untuk menyelesaikan seluruh kekisruhan.

(ANT-132/D007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Tim putri Kota Bandung jajal Singapura

Tim putri Kota Bandung jajal SingapuraTim bola basket putri Porda Kota Bandung akan melakukan uji tanding melawan tim Singapura dan Malaysia pada 21-27 ...

Wozniacki juara WTA Istanbul kalahkan Vinci

Wozniacki juara WTA Istanbul kalahkan VinciUnggulan utama Caroline Wozniacki meraih gelar pertama tahun ini dan ke-22 dalam karirnya, Minggu, setelah ...

Rafal Majka juara etape 17 Tour de France

Rafal Majka juara etape 17 Tour de FrancePebalap muda Polandia Rafal Majka merebut kemenangan etape pegunungan keduanya pada balap sepeda Tour de France, ...