Rabu, 22 Oktober 2014

Ikhwanul Muslimin berikrar terus "kuasai" bundaran Tahrir

| 3.790 Views
id ikhwanul muslimin, bundaran tahrir, krisis mesir
Kairo (ANTARA) - Kekuatan politik utama Mesir,Ikhwanul Muslimin yang memenangkan pemilihan legislatif, berikrar akan terus "menguasai" Bundaran Tahrir, ikon revolusi Mesir, hingga junta militer mencabut Konstitusi Tambahan.

"Demo sejuta umat di Bundaran Tahrir akan terus berlangsung hingga SCAF mencabut Konstitusi Tambahan dan membatalkan pembubaran parlemen," kata Juru Bicara Ikhwanul Muslimin, Mahmoud Ghazlan, Sabtu, demikian laporan ANTARA dari Kairo, Sabtu.

Demo sejuta umat dan pendudukan Bundaran Tahrir, yang digagas Ikhwanul Muslimin dan diikuti berbagai kelompok pro reformasi, telah memasuki hari keenam sejak Senin (18/6).

Pada Jumat (22/6), Bundaran Tahrir ditutup total untuk kendaraan lalu lintas akibat ratusan ribu pendukung Ikhwanul Muslimin dan kelompok proreformasi membludak di bundaran pusat kota Kairo itu.

Selain menuntut, pembatalan pembubaran parlemen dan pencabutan Konstitusi Tambahan, pengunjuk rasa juga menentang apa yang mereka sinyalir sebagai "upaya manipulasi hasil pemilihan presiden untuk memenangkan calon presiden loyalis mantan Presiden Hosni Mubarak".

Jenderal (Purn) Ahmed Shafik, Capres loyalis Mubarak, pada Jumat (22/6) kembali mengklaim kemenangannya atas Capres dari Ikhwanul Muslimin, Mohamed Moursi.

Shafik menyalahkan media massa dan berbagai pemantau independen pemilihan presiden yang menyebutkan bahwa Pilpres itu dimenangkan oleh Mohamed Moursi.

Moursi dan Shafik bertarung dalam Pilpres tahap kedua pada akhir pekan lalu setelah meraih suara terbanyak dalam Pilres tahap pertama pada 23 dan 24 Mei lalu yang diikuti 13 Capres.

Dalam Pilres tahap pertama tersebut, Moursi yang juga Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, bertengger di urutan pertama.

Komisi Pemilihan Presiden sedianya mengumumkan hasil Pilpres tersebut pada Kamis (21/6), namun ditunda hingga waktu yang belum ditentukan akibat banyaknya pengaduan dari kedua Capres menyangkut kecurangan Pilpres.
(M043)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga